Universitas Pancasila (UP) baru saja meresmikan tiga guru besar baru melalui prosesi Sidang Terbuka Senat yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (6/5). Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi universitas untuk memperkuat pilar intelektual sekaligus kontribusi ilmiah bagi publik.
Ketiga profesor baru tersebut berasal dari disiplin ilmu yang berbeda, yakni Farmasi, Akuntansi, dan Sistem Informasi. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat otoritas akademik Universitas Pancasila di tingkat nasional.
Daftar lengkap guru besar yang resmi dikukuhkan oleh Rektor Universitas Pancasila:
- Prof. Dr. apt. Yesi Desmiaty, S.Si., M.Si. sebagai Guru Besar ke-35 di bidang Ilmu Farmasi, dengan fokus spesialisasi pada Tanaman Obat.
- Prof. Dr. Nurmala Ahmar, S.E., M.Si., Ak., CA. sebagai Guru Besar ke-36 dalam bidang Ilmu Akuntansi Keuangan.
- Prof. Dr. Dra. Andiani, M.Kom. sebagai Guru Besar ke-37 yang mendalami Ilmu Pengembangan Aplikasi dan Sistem Informasi.
Penetapan ini menambah daftar panjang pakar yang dimiliki universitas guna mendukung riset dan inovasi di masa depan. Ketiga tokoh tersebut kini mengemban tanggung jawab baru untuk mengembangkan keilmuan masing-masing secara lebih luas.
Makna dan Tanggung Jawab Intelektual
Rektor Universitas Pancasila, Prof. Adnan Hamid, menyatakan bahwa pengukuhan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dibandingkan sekadar pemberian gelar akademik. Menurut beliau, jabatan ini merupakan amanah intelektual yang sangat besar.
Prof. Adnan menekankan bahwa para guru besar memiliki kewajiban untuk menjawab berbagai tantangan nyata yang dihadapi bangsa. Isu-isu mendasar seperti kemiskinan dan ketidakadilan menjadi fokus utama yang harus dipecahkan melalui pendekatan ilmiah.
Beliau juga menegaskan bahwa gelar profesor bukanlah titik akhir dalam pencapaian karier seorang akademisi. Sebaliknya, jabatan ini menuntut pengembangan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan dan penciptaan karya-karya inovatif.
Harapannya, inovasi yang dihasilkan dapat memberikan dampak langsung dan menjadi solusi praktis bagi permasalahan di masyarakat. Hal ini disampaikan Rektor di hadapan para tokoh nasional serta perwakilan pimpinan LLDikti Wilayah III.
Mendorong Kualitas Pengabdian Dosen
Setelah prosesi pengukuhan selesai, Rektor kembali mengingatkan pentingnya aspek pengabdian dalam marwah seorang profesor. Ia mendorong seluruh jajaran dosen untuk senantiasa meningkatkan kompetensi mereka.
Peningkatan kualitas ini tidak hanya terbatas pada aktivitas mengajar di dalam ruang kelas saja. Rektor memotivasi para pendidik untuk lebih produktif dalam mempublikasikan karya mereka di jurnal ilmiah berskala internasional.
Melalui publikasi internasional, kontribusi pemikiran dari Universitas Pancasila diharapkan dapat diakui oleh dunia global. Langkah ini juga menjadi kunci dalam menjaga standar akademik tetap tinggi dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan bertambahnya jajaran guru besar ini, Universitas Pancasila optimis dapat terus menjadi pusat keunggulan akademik di Indonesia. Pengukuhan ini menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam melahirkan barisan intelektual yang berdedikasi tinggi.