Robert Brovdi, yang lebih dikenal dengan julukan "Madyar", tengah menyusun strategi besar untuk meningkatkan serangan ke wilayah Rusia. Komandan pasukan nirawak Ukraina ini mengungkapkan rencana tersebut dalam sebuah wawancara eksklusif baru-baru ini.
Wawancara tersebut berlangsung sesaat sebelum Ukraina melancarkan sekitar 600 unit drone ke berbagai wilayah Rusia. Serangan udara besar-besaran ini dilaporkan telah mengakibatkan empat orang meninggal dunia di pihak Rusia.
Fokus Serangan pada Ekonomi dan Militer
Target utama dari serangan udara Ukraina adalah melumpuhkan industri pertahanan dan fasilitas minyak milik Rusia. Langkah strategis ini bertujuan untuk memutus aliran sumber daya yang selama ini menyokong kelanjutan invasi Rusia.
Madyar menegaskan bahwa seluruh sumber pendanaan perang bagi Presiden Vladimir Putin kini telah dianggap sebagai target militer yang sah. Prioritas serangan mencakup seluruh wilayah pendudukan, mulai dari bagian selatan, wilayah Ural, hingga ke Siberia.
Faktor Pendorong Peningkatan Intensitas Serangan
Dalam beberapa bulan terakhir, Kyiv terpantau lebih sering melakukan serangan yang menjangkau jauh ke dalam teritori Rusia. Serangan yang menyasar wilayah seperti Tuapse dan Primorsk diklaim telah menyebabkan kerugian hingga miliaran dollar.
Penyebab utama meningkatnya serangan Ukraina ke wilayah Rusia meliputi:
- Ketersediaan sumber daya militer yang kini jauh lebih melimpah dibandingkan sebelumnya.
- Adanya pergeseran strategi tempur yang lebih agresif dari pihak komando Ukraina.
- Keberhasilan dalam melumpuhkan sistem pertahanan udara Rusia secara bertahap.
Madyar mengibaratkan sistem pertahanan udara Rusia sebagai sebuah tembok yang sangat tebal. Pasukannya harus terus berupaya membuat celah agar drone-drone mereka bisa menembus masuk ke wilayah lawan.
Melumpuhkan Pertahanan Udara Lawan
Sejak Desember 2025, pasukan Ukraina secara sistematis mulai memprioritaskan penghancuran titik-titik pertahanan udara Rusia. Strategi ini dilakukan demi mempermudah akses serangan udara ke target-target sensitif lainnya.
Meskipun perjalanan untuk meruntuhkan seluruh jaringan pertahanan udara masih panjang, dampak serangan tersebut mulai terlihat nyata. Kini, Ukraina merasa lebih percaya diri untuk terbang lebih dalam ke wilayah Rusia.
Kondisi terkini mengenai sebaran pertahanan udara Rusia:
| Aspek Kondisi | Status Saat Ini |
|---|---|
| Kekuatan Pertahanan | Jumlah sistem pertahanan udara Rusia mulai berkurang signifikan di titik tertentu. |
| Luas Wilayah | Area Rusia yang sangat luas membuat musuh kesulitan memprediksi arah datangnya drone. |
| Target Sensitif | Banyak lokasi strategis yang kini berada dalam jangkauan serangan drone Ukraina. |
Data di atas menunjukkan tantangan besar yang dihadapi Rusia dalam melindungi seluruh wilayahnya yang sangat luas dari serangan drone. Hal ini membuat pergerakan militer Ukraina menjadi sulit untuk diprediksi oleh pihak lawan.
Respons Balasan dan Operasi Lapangan
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menegaskan bahwa serangan balasan ini merupakan hak negaranya untuk mempertahankan diri. Pernyataan ini muncul setelah serangan Rusia ke Kyiv awal pekan lalu yang merenggut nyawa 24 warga sipil.
Pada Sabtu malam (16/5/2026), sebuah operasi peluncuran drone jarak jauh kembali dilakukan ke arah Rusia. Operasi ini disebut sebagai salah satu serangan drone terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah konflik kedua negara.
Persiapan serangan tersebut dilakukan secara rahasia oleh anggota batalion dalam kondisi gelap gulita. Para prajurit hanya menggunakan cahaya merah dari obor untuk memandu persiapan drone sebelum diterbangkan menuju sasaran.