Ubisoft Dirumorkan Bakal PHK 2.000 Karyawan, Industri Game Mengejutkan di 2026

Ubisoft Dirumorkan Bakal PHK 2.000 Karyawan, Industri Game Mengejutkan di 2026
Foto: Ubisoft Dirumorkan Bakal PHK 2.000 Karyawan, Industri Game Mengejutkan di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kabar kurang menyenangkan kembali datang dari raksasa industri game asal Prancis, Ubisoft. Perusahaan ini dilaporkan sedang berada dalam situasi sulit setelah nilai saham mereka merosot ke titik terendah serta pembatalan beberapa proyek game besar.

Kondisi finansial yang tidak stabil memaksa manajemen untuk mengambil langkah penghematan biaya secara besar-besaran. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa kebijakan efisiensi ini berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi ribuan karyawan mereka.

Target Penghematan dan Estimasi Jumlah PHK

Rumor mengenai gelombang PHK ini pertama kali mencuat melalui laporan orang dalam industri, Tom Henderson. Menurut laporannya, Ubisoft telah menjalankan program efisiensi biaya sejak beberapa tahun lalu dengan target penghematan mencapai €300 juta.

Data menunjukkan adanya penurunan jumlah staf yang cukup signifikan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Perusahaan yang telah berdiri selama 39 tahun ini tercatat mengalami pengurangan jumlah pekerja dari 20.729 orang pada 2022 menjadi 17.097 orang pada 2025.

Berikut adalah detail rencana pengurangan biaya dan dampaknya terhadap tenaga kerja:

  • Target Finansial: Ubisoft berupaya memangkas biaya operasional sebesar €200 juta lagi sebelum Maret 2028.
  • Estimasi Pengurangan Staf: Diperkirakan sekitar 2.400 karyawan terancam kehilangan pekerjaan dalam fase efisiensi terbaru ini.
  • Lokasi Terdampak: Studio pengembang di berbagai lokasi seperti London, Stockholm, dan Leamington diprediksi akan merasakan dampaknya.
  • Jadwal Pengumuman: Gelombang PHK besar-besaran ini kabarnya akan diumumkan secara resmi pada 12 Februari 2026.

Program efisiensi biaya yang sangat agresif ini dilakukan demi menjaga stabilitas perusahaan di tengah kompetisi pasar yang semakin berat. Pengurangan jumlah karyawan dianggap sebagai solusi tercepat untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan dalam jangka pendek.

Kontroversi Aturan Baru Kerja di Kantor

Selain rencana PHK, Ubisoft juga menuai sorotan tajam karena menerapkan kebijakan masuk kantor penuh selama lima hari kerja seminggu. Perusahaan berdalih bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas serta memperkuat kerja sama tim demi kesuksesan bersama.

Meskipun pihak manajemen menawarkan tunjangan tahunan bagi mereka yang tetap ingin bekerja dari rumah (WFH), aturan ini tetap memicu perdebatan. Banyak pihak menilai kebijakan tersebut merupakan strategi terselubung untuk memaksa karyawan mengundurkan diri secara sukarela.

Langkah ini diduga sengaja dilakukan agar perusahaan bisa mengurangi jumlah staf tanpa harus mengumumkan PHK secara terbuka di hadapan publik. Dengan demikian, Ubisoft bisa menghindari sorotan negatif dari media serta menjaga citra perusahaan di mata para investor.

Situasi ini mencerminkan dinamika industri game yang sedang mengalami pergeseran besar pasca pandemi. Para pengembang kini harus beradaptasi dengan kebijakan manajemen yang lebih ketat demi kelangsungan bisnis jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi