Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama tiga hari guna meredam konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina. Melalui platform Truth Social pada Jumat (8/5/2026), Trump menjelaskan bahwa penghentian kontak senjata tersebut dijadwalkan berlangsung mulai hari Sabtu hingga Senin mendatang.
Keputusan strategis ini mencakup tanggal 9, 10, dan 11 Mei sebagai periode tenang bagi kedua belah pihak yang bertikai di medan perang. Tak lama berselang, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan konfirmasi melalui akun X miliknya bahwa kesepakatan ini merupakan bagian dari inisiatif diplomatik Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang telah melampaui masa empat tahun.
Yuri Ushakov selaku asisten Presiden Rusia menyatakan bahwa kesepakatan ini tercapai setelah adanya komunikasi telepon intensif antara pihak Kremlin dengan pemerintahan Amerika Serikat. Pihak Washington kemudian menindaklanjuti hasil pembicaraan tersebut dengan menghubungi pemerintah di Kyiv untuk menyelaraskan langkah gencatan senjata.
Dialog antara Vladimir Putin dan Donald Trump tersebut turut menyinggung sejarah kedua negara sebagai sekutu pada masa Perang Dunia II sekaligus membahas momentum Hari Kemenangan. Sebelumnya, Rusia sempat mengumumkan gencatan senjata sepihak selama dua hari demi memperingati hari bersejarah tersebut yang jatuh pada Sabtu, 9 Mei.
Meskipun Ukraina mengaku sempat menawarkan gencatan senjata yang sempat diabaikan oleh Moskow, kini kedua belah pihak akhirnya mencapai titik temu melalui perantaraan Amerika Serikat. Langkah ini diharapkan menjadi awal yang positif dalam upaya negosiasi panjang untuk menghentikan konfrontasi militer di wilayah tersebut secara permanen.
| Detail Gencatan Senjata | Keterangan |
|---|---|
| Durasi Waktu | 3 Hari |
| Tanggal Pelaksanaan | 9, 10, dan 11 Mei 2026 |
| Usia Konflik | Lebih dari 4 Tahun |
| Inisiator | Pemerintah Amerika Serikat |