Trump Rombak Gedung Putih: Bangun Kerajaan Drone dan RS Bawah Tanah 2026, Terbaru!

Trump Rombak Gedung Putih: Bangun Kerajaan Drone dan RS Bawah Tanah 2026, Terbaru!
Foto: Trump Rombak Gedung Putih: Bangun Kerajaan Drone dan RS Bawah Tanah 2026, Terbaru!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja memamerkan lokasi pembangunan ruang dansa atau ballroom baru di Gedung Putih pada Selasa (19/5/2026). Proyek megah ini diklaim akan dilengkapi dengan fasilitas medis militer di bawah tanah serta sistem pertahanan udara di bagian atapnya.

Trump mengungkapkan bahwa biaya pembangunan fasilitas ini membengkak dua kali lipat menjadi 400 juta dollar AS atau setara Rp 7 triliun. Meskipun biayanya fantastis, ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan hadiah spesial bagi rakyat Amerika Serikat.

Di lokasi konstruksi yang masih dipenuhi suara pekerja bangunan, Trump menyampaikan bahwa dana proyek tersebut berasal dari kantong pribadi dan para donatur. Ia juga menekankan bahwa seluruh pembiayaan proyek ini bersifat bebas pajak.

Fasilitas Keamanan Nasional di Bawah Tanah

Presiden yang kini menginjak usia 79 tahun tersebut berdalih bahwa keberadaan ballroom ini sangat krusial bagi keamanan nasional. Ia tidak segan membeberkan rincian struktur bangunan yang biasanya bersifat sangat rahasia.

Menurut penjelasannya, terdapat instalasi sebanyak enam lantai yang dibangun tepat di bawah lantai ballroom tersebut. Ruangan-ruangan di bawah tanah ini akan difungsikan sebagai rumah sakit militer lengkap dengan berbagai fasilitas pendukungnya.

Selain rumah sakit, area bawah tanah tersebut juga dirancang untuk menampung berbagai pusat penelitian dan ruang pertemuan strategis. Trump menyebutkan bahwa seluruh fasilitas tersebut memiliki kaitan yang sangat erat dengan kepentingan militer negara.

Struktur utama ballroom itu sendiri diklaim akan berfungsi sebagai tameng pelindung bagi seluruh lantai yang ada di bawahnya. Namun, ambisi Trump ini mendapat tantangan keras dari pihak oposisi di pemerintahan.

Kontroversi Anggaran dan Pertahanan Drone

Partai Demokrat menyatakan keberatan atas usulan alokasi dana keamanan sebesar 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 17,6 triliun. Dana dari uang pajak tersebut dianggap berkaitan erat dengan pembangunan proyek ruang dansa milik Trump.

Isu anggaran ini pun menjadi senjata bagi Demokrat untuk mengkritik Partai Republik. Ketegangan politik ini terjadi di tengah persiapan kedua belah pihak menghadapi pemilihan paruh waktu pada November mendatang.

Rincian biaya dan fasilitas proyek ballroom baru Gedung Putih:

  • Biaya Konstruksi Utama: Mencapai 400 juta dollar AS atau sekitar Rp 7 triliun.
  • Usulan Dana Keamanan: Mencapai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 17,6 triliun dari pajak.
  • Fasilitas Bawah Tanah: Rumah sakit militer, pusat penelitian, dan ruang rapat strategis.
  • Sistem Atap: Dirancang tahan serangan drone dan berfungsi sebagai pelabuhan drone.

Informasi di atas merangkum rincian anggaran serta fasilitas keamanan yang menjadi poin utama dalam proyek kontroversial ini. Selain fasilitas bawah tanah, Trump juga menyoroti keunggulan teknologi pada bagian atap gedung.

Ia mengeklaim bahwa atap ruang dansa yang dibangun setelah merobohkan Sayap Timur Gedung Putih ini sangat tangguh. Trump menyebut bahwa drone yang mencoba menyerang akan terpental, sembari menegaskan fungsi atap tersebut sebagai pelabuhan drone.

Artikel terkait

Rekomendasi