Trump Bertemu Tim Keamanan Nasional, Bahas Rencana Perang Lawan Iran Terbaru 2026

Trump Bertemu Tim Keamanan Nasional, Bahas Rencana Perang Lawan Iran Terbaru 2026
Foto: Trump Bertemu Tim Keamanan Nasional, Bahas Rencana Perang Lawan Iran Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bertemu dengan tim keamanan nasional utamanya pada Senin malam (18/5/2026) di Washington DC untuk membahas strategi menghadapi Iran. Menurut laporan dari dua pejabat yang berbicara kepada media Axios, agenda pertemuan tersebut mencakup pengarahan tentang opsi militer.

Beberapa pejabat yang hadir di antaranya adalah Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan Gedung Putih Steve Witkoff, serta Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Direktur CIA John Ratcliffe, dan sejumlah pejabat senior lainnya juga turut serta.

Pertemuan ini berlangsung hanya beberapa jam setelah Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap Iran yang sebelumnya direncanakan pada Selasa (19/5/2026). Fokus pembicaraan berpusat pada langkah-langkah selanjutnya dalam konflik dengan Iran, situasi upaya diplomatik yang sedang berlangsung, serta rencana militer AS untuk menyerang Iran.

Trump menyatakan bahwa Iran hanya memiliki waktu beberapa hari untuk mencapai terobosan diplomatik, walaupun Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi mengenai hal ini.

Pengarahan tentang rencana militer yang disampaikan dalam pertemuan tersebut menunjukkan bahwa Trump tengah serius mempertimbangkan melanjutkan perang. Meski begitu, sebelum pengumuman penundaan, Trump belum mengambil keputusan final terkait serangan ke Iran.

Reaksi dan Kekhawatiran Para Pemimpin Teluk

Keputusan untuk menunda serangan dipengaruhi oleh kekhawatiran yang disampaikan oleh beberapa pemimpin negara Teluk. Mereka mencemaskan kemungkinan pembalasan Iran terhadap fasilitas dan infrastruktur minyak mereka dan mendesak Trump untuk memberi kesempatan bagi negosiasi.

Seorang sumber dekat dengan Trump menyatakan bahwa ada tokoh garis keras terhadap Iran yang mendesak presiden agar mempertahankan tekanan pada Iran untuk bersikap lebih terbuka dalam perundingan. Sebaliknya, sejumlah pejabat AS lainnya merasa terkejut dengan pengumuman penundaan tersebut pada hari Senin. Mereka kebingungan mengenai langkah berikut yang akan diambil Trump.

Sumber dari wilayah tersebut juga menyebutkan bahwa mediator sedang berusaha mendorong Iran untuk menunjukkan sikap yang lebih fleksibel dalam menanggapi tuntutan nuklir AS.

KOMPAS.com berkomitmen untuk memberikan informasi yang jelas, dapat dipercaya, dan seimbang. Dukung keberlanjutan dari jurnalisme yang transparan serta nikmati kenyamanan membaca tanpa iklan dengan bergabung ke KOMPAS.com Plus sekarang.

Artikel terkait

Rekomendasi