Trump Beri Peringatan Keras, Ancam Serang Sekutu yang Kerja Sama dengan Iran di Selat Hormuz 2026

Trump Beri Peringatan Keras, Ancam Serang Sekutu yang Kerja Sama dengan Iran di Selat Hormuz 2026
Foto: Trump Beri Peringatan Keras, Ancam Serang Sekutu yang Kerja Sama dengan Iran di Selat Hormuz 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman serius terhadap Oman yang merupakan sekutu dekat Washington di wilayah Timur Tengah. Ancaman ini berkaitan dengan sikap Oman dalam isu pembukaan kembali Selat Hormuz yang saat ini sedang menjadi pusat ketegangan internasional.

Dalam pertemuan kabinet di Gedung Putih pada Rabu (27/5/2026), Trump dengan tegas menolak gagasan agar jalur perairan tersebut dikendalikan bersama oleh Iran dan Oman. Ia menekankan bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka bagi seluruh dunia tanpa terkecuali.

Status Selat Hormuz sebagai Jalur Internasional

Trump menegaskan posisi hukum Selat Hormuz sebagai perairan internasional yang tidak boleh diklaim secara sepihak oleh negara mana pun. Ia memperingatkan Oman agar tetap sejalan dengan kebijakan global jika tidak ingin menghadapi konsekuensi militer dari Amerika Serikat.

Pernyataan keras Donald Trump mengenai kebijakan di Selat Hormuz:

  • Menolak segala bentuk kesepakatan jangka pendek yang memberikan kendali khusus kepada pihak tertentu.
  • Menegaskan bahwa Oman harus bertindak sesuai aturan internasional atau menghadapi risiko dihancurkan oleh militer AS.
  • Menyatakan keyakinannya bahwa Oman memahami peringatan tersebut dan akan tetap bersikap kooperatif.

Pernyataan ini mencerminkan sikap tanpa kompromi dari pemerintah Amerika Serikat dalam menjaga jalur distribusi energi dunia. Trump tampaknya tidak ingin ada negara yang memonopoli kawasan strategis tersebut, meski mereka adalah mitra kerja sama selama ini.

Ketidakpastian dan Kebingungan Komunikasi Gedung Putih

Pernyataan Trump yang menyerang sekutu sendiri ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan diplomatik dan awak media. Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan klarifikasi resmi apakah Trump melakukan kesalahan penyebutan antara Oman dan Iran.

Namun, Departemen Luar Negeri AS justru merilis transkrip serta rekaman video pernyataan tersebut tanpa melakukan penyuntingan atau koreksi sedikit pun. Hal ini semakin memperkuat spekulasi mengenai arah kebijakan luar negeri AS yang semakin agresif terhadap siapa pun di kawasan tersebut.

Berikut adalah ringkasan terkait posisi Oman dan rekam jejak pernyataan Trump:

Subjek Konteks dan Informasi Penting
Peran Oman Sekutu penting AS yang sering menjadi mediator perdamaian dan pernah mendapat serangan dari Iran.
Kekeliruan Referensi Trump sebelumnya pernah salah menyebut Venezuela saat merujuk pada kekuatan militer Iran.
Situasi Iran Negara ini telah mengalami serangan dari AS dan Israel pada Februari lalu yang melemahkan militernya.

Daftar di atas menunjukkan kerumitan hubungan diplomatik di Timur Tengah, di mana negara netral seperti Oman kini berada di bawah tekanan besar. Trump sebelumnya juga sering mencampuradukkan nama negara saat membahas konflik militer di luar negeri.

Ambisi Iran di Jalur Pasokan Minyak Dunia

Ketegangan ini bermula dari keinginan Iran untuk menetapkan aturan baru di Selat Hormuz yang menguasai sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Teheran berencana menarik biaya keamanan dari setiap kapal yang melintas dan berbagi keuntungan tersebut dengan pihak Oman.

Situasi ini membuat Trump merasa frustrasi karena proses negosiasi untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah kembali menemui jalan buntu. Padahal, beberapa hari sebelumnya, ia sempat menyatakan optimisme bahwa kesepakatan damai sudah hampir tercapai antara pihak-pihak yang bertikai.

Hingga kini, kebuntuan diplomatik masih terus berlanjut tanpa ada kepastian kapan Selat Hormuz akan kembali beroperasi secara normal. Amerika Serikat dan sekutunya dilaporkan tengah menyiapkan rencana cadangan jika Iran tetap menolak membuka jalur perairan strategis tersebut bagi dunia internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi