Tips Sehat Konsumsi Ubi Cream Cheese agar Lebih Bernutrisi Menurut Dokter Gizi

Tips Sehat Konsumsi Ubi Cream Cheese agar Lebih Bernutrisi Menurut Dokter Gizi
Foto: Ilustrasi Tips Sehat Konsumsi Ubi Cream Cheese agar Lebih Bernutrisi Menurut Dokter Gizi.
Ukuran teks

Tren kuliner ubi panggang dengan lapisan cream cheese tengah menjadi fenomena di media sosial. Banyak masyarakat menganggap camilan ini sebagai alternatif sehat karena menggunakan bahan dasar ubi alih-alih tepung terigu.

Meski terlihat menggoda, pakar kesehatan mengingatkan bahwa kombinasi tersebut belum memberikan asupan nutrisi yang lengkap bagi tubuh. Dokter spesialis gizi klinik, dr. Tjandraningrum, SpGK, memberikan pandangannya mengenai nilai gizi dalam kudapan viral ini.

Analisis Kandungan Gizi Ubi Cream Cheese

Menurut dr. Tjandra, perpaduan karbohidrat dari ubi dengan lemak dari keju krim sebenarnya bukanlah inovasi yang baru dalam dunia kuliner. Sebelum ubi menjadi tren, keju krim sudah sangat umum dipadukan dengan berbagai jenis roti.

Dalam wawancaranya dengan detikcom pada Kamis (14/5/2026), ia menjelaskan bahwa menu ini pada dasarnya adalah kombinasi sumber energi primer. "Sebenarnya ubi dan cream cheese ini hanyalah variasi menu yang berfokus pada lemak dan karbohidrat," ungkapnya.

Namun, dr. Tjandra memberikan catatan kritis bahwa olahan ini sangat minim kandungan protein. Jika hanya mengandalkan ubi dan keju krim, tubuh tidak mendapatkan zat pembangun yang cukup untuk satu kali waktu makan.

Berdasarkan data medis, rata-rata kandungan protein dalam sajian ubi keju krim hanya berkisar di angka 2 gram saja. Padahal, tubuh manusia idealnya membutuhkan asupan 10 hingga 20 gram protein dalam setiap porsi makan demi menjaga metabolisme tetap optimal.

Pentingnya Keseimbangan Protein

Berikut adalah beberapa sumber protein yang bisa ditambahkan ke dalam olahan ubi agar lebih sehat:

  • Kacang edamame sebagai sumber protein nabati yang segar.
  • Telur rebus atau orak-arik untuk mendapatkan lemak baik dan protein tinggi.
  • Ayam suwir atau daging ayam giling untuk rasa yang lebih gurih.
  • Aneka kacang-kacangan lain untuk menambah tekstur renyah dan gizi seimbang.

Penambahan bahan-bahan di atas sangat krusial karena protein memiliki peran vital dalam memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Selain itu, protein berfungsi menjaga massa otot dan memberikan efek kenyang yang bertahan lebih lama bagi siapa saja yang mengonsumsinya.

Jurnal Diabetes Care juga pernah merilis temuan yang memperkuat anjuran untuk mengombinasikan protein dengan karbohidrat. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa protein mampu memperlambat proses pengosongan lambung setelah kita makan.

Efek positifnya adalah lonjakan kadar gula darah dalam tubuh tidak terjadi secara mendadak setelah mengonsumsi makanan sumber karbohidrat. Hal ini menjadikan variasi protein jauh lebih baik daripada sekadar menambahkan topping yang tinggi kandungan gula atau lemak jenuh semata.

Tips Mengolah Dessert Ubi yang Lebih Sehat

Perbandingan kandungan nutrisi antara ubi polos dengan variasi tambahan protein:

Komponen Nutrisi Ubi Cream Cheese Biasa Ubi Variasi Protein
Kandungan Protein Sangat rendah (sekitar 2 gram) Mencukupi (10-20 gram)
Efek Gula Darah Berisiko naik lebih cepat Naik lebih bertahap
Tingkat Kekenyangan Singkat atau cepat lapar Bertahan lebih lama
Fungsi Tubuh Hanya sumber energi Menjaga massa otot

Tabel di atas menunjukkan bahwa penambahan sumber protein eksternal sangat disarankan untuk meningkatkan kualitas gizi camilan Anda. Tanpa tambahan tersebut, ubi keju krim hanya akan menjadi camilan padat energi tanpa manfaat nutrisi yang menyeluruh.

Dokter Tjandra menekankan agar masyarakat mulai kreatif dalam mencampur bahan lauk-pauk ke dalam hidangan dessert ubi ini. "Cara paling mudah adalah mencampurnya dengan telur sebagai kombinasi agar makanan tersebut menjadi lebih sehat," tambahnya menutup penjelasan.

Fenomena antrean panjang masyarakat demi mendapatkan kudapan ini di supermarket memang menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pola hidup sehat. Namun, kecerdasan dalam memodifikasi asupan nutrisi tetap menjadi kunci utama agar manfaat kesehatan benar-benar terasa bagi tubuh.

Dengan melakukan penyesuaian sederhana, Anda tetap bisa menikmati tren kuliner kekinian ini tanpa harus mengorbankan keseimbangan gizi harian. Pastikan setiap sajian yang masuk ke tubuh mengandung komposisi lengkap yang terdiri dari karbohidrat, lemak sehat, dan protein yang cukup.

Artikel terkait

Rekomendasi