Tiba di Klaten, Ini Alasan 58 Biksu Thudong Lanjut Naik Bus ke Borobudur 2026

Tiba di Klaten, Ini Alasan 58 Biksu Thudong Lanjut Naik Bus ke Borobudur 2026
Foto: Tiba di Klaten, Ini Alasan 58 Biksu Thudong Lanjut Naik Bus ke Borobudur 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Sebanyak 58 biksu yang menjalani ritual Thudong atau perjalanan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur kini telah memasuki wilayah Kabupaten Klaten. Kehadiran rombongan biksu ini menarik perhatian masyarakat lokal saat mereka melintasi jalanan di Jawa Tengah.

Para biksu memulai kegiatan pada pagi hari dengan melakukan tradisi Pindapata, yaitu menerima sedekah dari umat di sekitar Wihara Bodhivasma. Setelah beristirahat sejenak, mereka dilepas secara resmi oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, untuk melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta.

Alasan Penggunaan Bus Menuju Yogyakarta

Meskipun dikenal sebagai ritual jalan kaki, rombongan biksu ini sempat terlihat melanjutkan perjalanan menggunakan bus setelah sampai di Taman Makam Pahlawan Tegalyoso. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan yang mendesak terkait jadwal kegiatan resmi di Yogyakarta.

Ketua Koordinator Wilayah Indonesia Walk for Peace 2026, Wiryo Alex Fernando, menjelaskan bahwa para biksu harus mengejar waktu pertemuan penting. Mereka dijadwalkan untuk bertemu dengan Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan Keraton Yogyakarta.

Faktor utama penggunaan transportasi bus adalah sebagai berikut:

  • Pertemuan dengan Raja Keraton Yogyakarta telah ditetapkan pada pukul 15.00 WIB.
  • Estimasi waktu tempuh jika berjalan kaki dari Klaten tidak akan mencukupi untuk tiba tepat waktu.
  • Adanya protokol waktu yang harus dipatuhi saat bertemu dengan pejabat tinggi negara atau daerah.

Alex menekankan bahwa jika tetap memaksakan berjalan kaki, rombongan tidak akan bisa memenuhi undangan dari Ngarsa Dalem. Oleh karena itu, penggunaan bus menjadi solusi praktis agar agenda pertemuan tetap berjalan sesuai rencana.

Profil Peserta dan Misi Perdamaian

Rombongan thudong kali ini merupakan kelompok lintas negara yang membawa pesan kerukunan antarumat manusia. Tercatat ada puluhan biksu dari berbagai wilayah di Asia Tenggara yang bergabung dalam aksi jalan kaki ini.

Berikut adalah rincian asal negara para biksu peserta Thudong 2026:

Asal Negara Jumlah Biksu
Thailand 47 Orang
Malaysia 4 Orang
Laos 2 Orang
Indonesia 5 Orang

Hingga mencapai Klaten, para biksu tersebut diperkirakan telah menempuh jarak sekitar 400 kilometer sejak memulai perjalanan dari Singaraja, Bali. Klaten sendiri menjadi titik pemberhentian terakhir sebelum rombongan memasuki wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tujuan utama dari ritual ini bukan sekadar fisik, melainkan untuk memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika. Mereka ingin menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang bukanlah penghalang untuk menjaga kedamaian diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para biksu tersebut. Menurutnya, gerakan jalan kaki ini merupakan simbol kuat bahwa dunia sangat layak dihuni dengan cara berdampingan secara harmonis.

Setelah melewati Yogyakarta, rombongan dijadwalkan akan mengakhiri etape perjalanan mereka di Candi Borobudur, Magelang. Ritual thudong ini diharapkan terus menginspirasi masyarakat mengenai pentingnya toleransi dan moderasi beragama di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi