Thailand Perketat Keamanan, Durasi Bebas Visa Turis Asing Resmi Dipangkas 2026

Thailand Perketat Keamanan, Durasi Bebas Visa Turis Asing Resmi Dipangkas 2026
Foto: Thailand Perketat Keamanan, Durasi Bebas Visa Turis Asing Resmi Dipangkas 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pemerintah Thailand resmi mengambil langkah tegas dengan memangkas durasi kunjungan bebas visa bagi wisatawan dari sekitar 90 negara. Kebijakan ini diambil sebagai strategi untuk meminimalkan angka kriminalitas yang melibatkan warga negara asing (WNA) di wilayah tersebut.

Langkah ini menyusul serangkaian kasus penangkapan WNA baru-baru ini yang terlibat dalam berbagai tindak pidana serius. Beberapa di antaranya meliputi penyalahgunaan narkoba, praktik perdagangan seks, hingga operasional bisnis ilegal tanpa izin resmi.

Penyesuaian Durasi Tinggal Wisatawan Asing

Sebelum aturan baru ini berlaku, wisatawan dari lebih 90 negara dapat menikmati fasilitas tinggal di Thailand hingga 60 hari tanpa memerlukan visa. Fasilitas tersebut mencakup 29 negara anggota Schengen di Eropa, Amerika Serikat, Israel, serta sejumlah negara di Amerika Selatan.

Menteri Pariwisata Thailand, Surasak Phancharoenworakul, menyatakan bahwa pihak Kabinet telah memberikan persetujuan untuk mengurangi durasi bebas visa tersebut. Informasi ini disampaikan secara resmi melalui laporan AFP pada Selasa (19/5/2026).

Surasak menjelaskan bahwa durasi masa tinggal yang baru akan disesuaikan kembali berdasarkan klasifikasi masing-masing negara asal wisatawan. Sebagian besar warga negara asing nantinya hanya akan diberikan izin tinggal maksimal selama 30 hari.

Selain pemangkasan menjadi satu bulan, durasi tinggal untuk warga dari negara-negara tertentu bahkan akan diperpendek lagi. Dalam beberapa kasus, wisatawan hanya diperbolehkan menetap selama 15 hari tanpa visa.

Upaya Memberantas Kejahatan Transnasional

Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow menegaskan bahwa perubahan kebijakan ini merupakan bagian dari misi besar pemberantasan kejahatan lintas negara. Ia menyebutkan bahwa pemerintah tidak bermaksud menyasar negara tertentu dalam penerapan aturan baru ini.

Fokus utama pemerintah adalah menindak individu yang sengaja mengeksploitasi kelonggaran sistem visa untuk melakukan kejahatan di Thailand. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas keamanan nasional dari ancaman pelaku kriminal mancanegara.

Juru bicara pemerintah, Rachada Dhanadirek, turut memberikan pandangannya terkait kebijakan ini pada hari Selasa. Ia mengakui bahwa kedatangan wisatawan asing memang memberikan dampak positif yang besar bagi pertumbuhan ekonomi negara.

Namun, Rachada menekankan bahwa skema visa yang terlalu longgar saat ini telah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, pengawasan harus diperketat untuk melindungi kepentingan publik dan hukum di Thailand.

Kembali ke Regulasi Masa Tinggal Awal

Sebenarnya, kebijakan masa tinggal bebas visa selama 30 hari bukanlah hal baru bagi negeri gajah putih tersebut. Pada Juli 2024, durasi ini sempat diperpanjang menjadi 60 hari sebagai upaya memacu pemulihan sektor pariwisata pascapandemi.

Keputusan perpanjangan kala itu diambil karena sektor pariwisata memiliki peran vital bagi Thailand dengan kontribusi lebih dari 10 persen terhadap PDB. Hingga saat ini, pemerintah terus berupaya mengembalikan jumlah kunjungan ke level normal seperti sebelum pandemi terjadi.

Berikut adalah rangkuman perubahan kebijakan dan data pariwisata terkini di Thailand:

  • Durasi Tinggal Terbaru: Mayoritas negara mendapatkan maksimal 30 hari, sementara beberapa negara hanya 15 hari.
  • Alasan Utama: Penekanan angka kriminalitas WNA, narkoba, perdagangan seks, dan bisnis ilegal.
  • Target Wisatawan 2026: Pemerintah menargetkan sekitar 33,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
  • Data Kuartal I: Terjadi penurunan kedatangan sebesar 3,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata, penurunan paling signifikan terlihat pada jumlah pengunjung asal Timur Tengah yang merosot hampir sepertiga. Meski demikian, target kunjungan tahun ini dipatok lebih tinggi dari pencapaian tahun lalu yang mencatatkan hampir 33 juta orang.

Perubahan durasi bebas visa ini diharapkan dapat menyaring kualitas wisatawan yang masuk ke Thailand tanpa mengganggu target pertumbuhan ekonomi. Pemerintah tetap optimistis bahwa sektor pariwisata akan terus berkembang meskipun pengawasan keamanan kini jauh lebih diperketat.

Artikel terkait

Rekomendasi