PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berencana melakukan langkah besar dalam menata kembali struktur organisasinya. Perusahaan telekomunikasi plat merah ini akan menutup atau melikuidasi belasan anak usahanya dalam waktu dekat.
Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengonfirmasi kabar tersebut. Ia menyebut terdapat sekitar 12 hingga 14 entitas anak perusahaan yang masuk dalam daftar likuidasi.
Strategi Perampingan Struktur Telkom
Langkah penutupan ini merupakan bagian dari program perampingan atau streamlining besar-besaran di lingkungan Grup Telkom. Perusahaan menargetkan penyederhanaan struktur bisnis yang sangat signifikan hingga dua tahun ke depan.
Dony menjelaskan bahwa Telkom berambisi memangkas jumlah entitasnya dari 67 menjadi hanya 19 entitas pada akhir 2026. Artinya, akan ada 48 anak usaha yang dikonsolidasikan, baik melalui skema penggabungan (merger) maupun pembubaran permanen.
Berikut adalah rincian target transformasi struktur perusahaan Telkom :
- Target Tahun 2026: Telkom hanya akan menyisakan 19 entitas usaha utama dari sebelumnya 67 entitas.
- Skema Konsolidasi: Sebanyak 48 anak usaha akan diproses melalui jalur merger atau likuidasi.
- Fokus Utama: Menyatukan perusahaan-perusahaan dengan bidang usaha serupa untuk memperkuat skala bisnis.
- Efisiensi Operasional: Meningkatkan efektivitas manajemen dan daya saing di industri digital yang dinamis.
Proses konsolidasi ini diharapkan dapat membuat operasional Telkom menjadi lebih lincah dan terfokus. Penyatuan bisnis yang sejenis akan menciptakan entitas baru dengan kapasitas yang jauh lebih besar dan kuat.
Nasib Karyawan dan Fokus Bisnis Baru
Meskipun ada proses penutupan dan penggabungan perusahaan, Dony memberikan kepastian mengenai nasib para pekerja. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan berujung pada pemutusan hubungan kerja atau PHK massal.
Karyawan dari anak usaha yang terdampak nantinya akan dialihkan ke perusahaan hasil merger. Skema ini memungkinkan sumber daya manusia yang ada tetap produktif di bawah bendera entitas yang telah dikonsolidasikan.
Pemerintah dan manajemen Telkom juga menetapkan beberapa prioritas dalam transformasi ini :
| Program Prioritas | Tujuan Transformasi |
|---|---|
| Konsolidasi FiberCo | Penyatuan infrastruktur serat optik untuk jangkauan lebih luas. |
| Pengembangan Data Center | Memperkuat kapasitas penyimpanan data nasional yang aman. |
| Optimalisasi TowerCo | Peningkatan efisiensi menara telekomunikasi di seluruh wilayah. |
| Infrastruktur InfraCo | Mempercepat pembangunan ekosistem digital yang terintegrasi. |
Dony menambahkan bahwa transformasi ini sangat krusial agar Telkom Group dapat bergerak lebih agile. Kemampuan beradaptasi dengan cepat sangat dibutuhkan untuk menjawab tuntutan ekosistem digital nasional yang terus berkembang.
Dengan restrukturisasi ini, Telkom berharap dapat mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar telekomunikasi di Indonesia. Fokus pada bisnis inti akan menjadi kunci utama dalam menghadapi kompetisi global yang semakin ketat.