Teknologi Pesan Interaktif Jadi Tren Komunikasi Bisnis 2026, Lebih Praktis!

Teknologi Pesan Interaktif Jadi Tren Komunikasi Bisnis 2026, Lebih Praktis!
Foto: Teknologi Pesan Interaktif Jadi Tren Komunikasi Bisnis 2026, Lebih Praktis!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Teknologi pesan interaktif kini dipertimbangkan sebagai pelengkap bagi WhatsApp dan SMS di Indonesia: Infobip mengemukakan bahwa Rich Communication Services (RCS) akan menjadi pilihan signifikan dalam komunikasi digital perusahaan. Teknologi ini menawarkan cara interaksi dengan pelanggan yang lebih menarik melalui pesan multimedia jika dibandingkan dengan SMS biasa.

Kukuh Prayogi, Direktur Bisnis Enterprise Infobip Indonesia, menyatakan bahwa kesiapan infrastruktur sangat krusial untuk mendorong pengadopsian RCS for Business di Indonesia. Kolaborasi dengan operator telekomunikasi seperti Telkomsel sangat membantu meningkatkan jangkauan layanan ini.

“Telkomsel dengan basis penggunanya yang luas memiliki peran penting dalam memperkuat infrastruktur RCS for Business, serta dalam memperluas jangkauan dan adopsi,” ujar Kukuh di Jakarta, Rabu (20/5). Sebelumnya, Infobip meluncurkan RCS for Business pada 2025, berkolaborasi dengan Telkomsel dan Google.

Keterlibatan jaringan luas Telkomsel dianggap penting dalam pengiriman pesan berbasis RCS. Kerja sama ini membantu Infobip menjangkau lebih banyak pelanggan enterprise di seluruh penjuru Indonesia. Selain memperkuat infrastruktur, kolaborasi turut mendukung Telkomsel memperluas layanan digitalnya untuk segmen bisnis.

Di sisi lain, perusahaan dapat menggunakan RCS sebagai saluran komunikasi yang lebih kaya secara visual dan interaktif. Kukuh juga menyebutkan bahwa kendala kompatibilitas perangkat bukan lagi isu besar dalam pertumbuhan adopsi RCS di Indonesia.

Dukungan RCS yang semakin menyebar di perangkat Android dan iOS, khususnya iOS 18, memperluas peluang adopsinya di Indonesia. Kukuh menyatakan bahwa di Android, RCS relatif mudah diadopsi karena fungsi ini sudah terintegrasi dalam Google Messages.

Meski begitu, Kukuh mengakui bahwa masih ada tantangan dalam skala besar bagi implementasi RCS, salah satunya ekosistem kompleks yang diperlukan. Pendekatan kemitraan strategis dengan berbagai pihak menjadi andalan Infobip untuk menghadapinya.

Google berperan dalam pengembangan teknologi inti dan standardisasi platform, sementara Telkomsel mendukung integrasi jaringan dan brand fokus pada pembuatan konten serta implementasi RCS. Tantangan lain adalah kebutuhan infrastruktur untuk media kaya seperti video berkualitas tinggi.

Untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur, Infobip menerapkan strategi pengiriman konten lokal dengan CDN dan edge server di berbagai wilayah di Indonesia. Strategi ini bertujuan meningkatkan kecepatan dan stabilitas pemuatan konten.

Meskipun dominasi WhatsApp masih kuat, Kukuh menyatakan bahwa RCS tidak ditujukan sebagai penggantinya, melainkan sebagai pelengkap dalam strategi komunikasi yang menggabungkan berbagai kanal. WhatsApp berperan penting dalam interaksi dua arah, sementara RCS dapat dimaksimalkan untuk penyebaran pesan multimedia dalam skala besar.

Kukuh juga melihat bahwa RCS membuka peluang komunikasi baru bagi brand premium yang menekankan pengalaman personal dan mendalam. Fitur seperti profil pengirim terverifikasi dan kartu carousel dapat meningkatkan interaksi dan kepercayaan pelanggan.

Untuk memperkenalkan RCS dengan baik kepada konsumen, Kukuh menyarankan perusahaan memulainya dari pesan transaksional seperti konfirmasi pesanan. Ini agar RCS dirasa pengguna sebagai peningkatan pelayanan daripada gangguan komunikasi.

Artikel terkait

Rekomendasi