Tangkis 3.000 Drone Iran, UEA Tegaskan Tak Butuh Aliansi Militer Asing

Tangkis 3.000 Drone Iran, UEA Tegaskan Tak Butuh Aliansi Militer Asing
Foto: Ilustrasi Tangkis 3.000 Drone Iran, UEA Tegaskan Tak Butuh Aliansi Militer Asing.
Ukuran teks

Uni Emirat Arab (UEA) menegaskan komitmennya untuk melindungi kedaulatan dan keamanan wilayah tanpa bergantung pada perlindungan dari pihak asing. Pernyataan tegas ini muncul di tengah meningkatnya tensi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Menteri Negara UEA, Khalifa Shaheen Al Marar, menyatakan bahwa negaranya memiliki kemampuan penuh untuk menangkal segala bentuk agresi secara mandiri. Hal tersebut ia sampaikan dalam forum pertemuan para menteri luar negeri blok BRICS di New Delhi, India.

Ketegangan Diplomatik di Forum BRICS

Dalam kesempatan tersebut, Al Marar menolak keras berbagai tuduhan dan kritik yang dilontarkan oleh pihak Iran terhadap Uni Emirat Arab. Ia menganggap upaya pembenaran atas serangan terhadap UEA dan negara tetangga sebagai pelanggaran hukum internasional.

Menurutnya, tindakan agresif tersebut sangat bertentangan dengan prinsip bertetangga yang baik serta Piagam PBB. Menariknya, baik UEA maupun Iran saat ini sama-sama berstatus sebagai anggota resmi blok ekonomi BRICS.

UEA juga menegaskan hak kedaulatan, militer, dan diplomatik mereka untuk merespons setiap tindakan yang bersifat permusuhan. Al Marar memastikan bahwa tekanan politik tidak akan mengubah posisi negara dalam melindungi kepentingan nasionalnya.

Data Penghadangan Serangan Udara

Pemerintah UEA memaparkan data mengejutkan terkait keberhasilan sistem pertahanan udara mereka dalam memitigasi ancaman dari luar. Keberhasilan ini mencakup berbagai jenis senjata udara canggih yang diarahkan ke wilayah mereka.

Rincian jumlah ancaman udara yang berhasil ditangkal oleh sistem pertahanan UEA:

  • Ribuan rudal balistik yang menyasar objek vital.
  • Berbagai jenis rudal jelajah yang menargetkan infrastruktur.
  • Ribuan drone atau pesawat nirawak yang dikirim untuk melakukan serangan.

Sejak akhir Februari lalu, tercatat hampir 3.000 unit rudal dan drone berhasil dicegat oleh pasukan pertahanan UEA. Serangan-serangan tersebut diketahui mengincar fasilitas sipil yang bersifat krusial bagi kehidupan masyarakat luas.

Fasilitas sipil yang menjadi target utama dalam serangan tersebut antara lain:

Kategori Infrastruktur Jenis Fasilitas yang Disasar
Transportasi Udara Bandara Internasional dan fasilitas penerbangan.
Logistik Laut Pelabuhan strategis dan terminal peti kemas.
Sumber Daya Fasilitas energi dan pembangkit listrik.

Tabel di atas menunjukkan bahwa serangan tersebut tidak hanya menyasar militer, tetapi juga melumpuhkan sektor ekonomi utama. Hal ini memperkuat alasan UEA untuk meningkatkan pertahanan udara secara mandiri dan komprehensif.

Al Marar menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa klaim jahat dari pihak lain tidak akan menyurutkan langkah UEA. Negara tersebut tetap fokus pada perlindungan infrastruktur energi dan pelabuhan yang menjadi tulang punggung ekonomi mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi