Taipei, KOMPAS.com – Taiwan sekali lagi mengerahkan kapal perang dan jet tempur untuk memantau patroli militer China dalam dua kesempatan selama pekan ini. Joseph Wu, Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Taiwan, menentang keras aktivitas militer Beijing tersebut melalui akun X miliknya. Wu menyebut pergerakan gugus kapal induk Liaoning dari China dan patroli yang dilaksanakan Beijing adalah tindakan yang tak berdasar.
RRC adalah satu-satunya sumber ketidakstabilan di Indo-Pasifik, tulis Wu, merujuk pada nama resmi China. Pada Senin (25/5/2026) malam, Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan bahwa mereka mendeteksi kehadiran 21 pesawat militer China, termasuk jet tempur J-16 dan beberapa drone. Pesawat-pesawat ini bergerak di sekitar pulau Taiwan dan melakukan patroli kesiapan tempur bersama dengan pergerakan kapal perang China.
Menanggapi perkembangan ini, Pan Chun-kuang dari departemen intelijen Kementerian Pertahanan Taiwan memberikan pembaruan informasi pada Selasa (26/5/2026). Disebutkan bahwa patroli tempur China tersebut telah berakhir, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters. Meski demikian, Pan menegaskan bahwa Taiwan akan terus meningkatkan pengawasannya.
Pihak Taiwan tetap mengawasi pergerakan kapal induk Liaoning yang beroperasi di Pasifik Barat. Taiwan juga berencana akan merilis informasi lebih lanjut mengenai aktivitas militer Beijing jika diperlukan.
Kementerian Pertahanan Taiwan membuktikan pengamatannya dengan mempublikasikan tiga foto yang diambil langsung oleh pasukan mereka. Foto pertama menampilkan jet tempur F-16 milik Taiwan membayangi dua jet tempur China dekat pesawat pengisi bahan bakar udara Y-20. Foto kedua memperlihatkan kapal perang China, Yinchuan, sementara foto ketiga menunjukkan seorang pelaut angkatan laut Taiwan mengamati kapal Yinchuan melalui teropong.
Ketegangan ini berlanjut di tengah kesiagaan tinggi Taiwan terhadap potensi tindakan lanjutan dari Beijing.