Pertarungan sengit di ajang UFC 328 berakhir dengan kejutan besar saat Sean Strickland berhasil menumbangkan Khamzat Chimaev untuk merebut sabuk juara kelas menengah. Dalam duel yang berlangsung penuh darah tersebut, Strickland dinyatakan menang melalui keputusan angka tipis atau split decision setelah melewati lima ronde yang sangat intens.
Mengawali ronde pertama, Chimaev langsung menunjukkan agresivitas tinggi dengan melancarkan teknik take down yang berhasil menjatuhkan lawannya ke matras. Petarung asal Chechnya tersebut mendominasi posisi dengan terus menempel di punggung Strickland dan berupaya mencari celah untuk melakukan kuncian leher yang mematikan.
Kondisi sulit tersebut terus berlanjut hingga menit-menit berikutnya di mana Strickland tampak kesulitan melepaskan diri dari tekanan posisi belakang yang sangat dominan. Meskipun Strickland berulang kali mencoba berguling untuk mengubah posisi, Chimaev dengan sangat sigap tetap mampu mempertahankan kontrol penuh atas tubuh petarung Amerika Serikat itu.
Strickland sempat mendapatkan momentum untuk berdiri sejenak, namun kekutan fisik Chimaev kembali menyeretnya jatuh ke bawah untuk melanjutkan pertarungan lantai. Menjelang 25 detik terakhir ronde pembuka, Chimaev hampir saja mengakhiri laga dengan kuncian leher yang rapat, tetapi Strickland menunjukkan daya tahan luar biasa hingga bel berbunyi.
Memasuki ronde kedua, dinamika pertarungan mulai berubah saat kedua petarung memilih untuk melakukan aksi jual beli serangan dalam posisi berdiri selama satu setengah menit awal. Chimaev kemudian mencoba melakukan take down susulan, namun kali ini upaya tersebut berhasil dipatahkan dengan sangat baik oleh pertahanan solid Strickland.
Keberhasilan menggagalkan bantingan tersebut memberikan kepercayaan diri bagi Strickland untuk membalikkan keadaan dan mengambil posisi dominan saat laga berlanjut ke pertarungan bawah. Strickland pun sukses mendaratkan rangkaian pukulan telak yang membuat Chimaev kewalahan serta kesulitan untuk melancarkan serangan balasan yang berarti sepanjang ronde tersebut.
Pada ronde ketiga, Chimaev tampak lebih berhati-hati dan tidak langsung terburu-buru melakukan upaya bantingan setelah merasakan kokohnya pertahanan lawan di ronde sebelumnya. Pertarungan pun didominasi oleh aksi tukar pukulan di atas kaki selama dua menit pertama tanpa ada yang berani mengambil risiko besar.
Hingga tiga menit terakhir ronde ketiga, kedua petarung tetap bertahan dalam posisi berdiri sambil terus melontarkan bogem mentah ke arah wajah lawan masing-masing. Intensitas serangan yang tinggi menyebabkan hidung Strickland mulai mengucurkan darah segar, sementara Chimaev juga terlihat mengalami luka serupa di bagian hidungnya.
Berlanjut ke ronde keempat, tensi pertandingan tidak menurun dengan kedua atlet tetap memilih strategi stand up fighting sebagai senjata utama mereka. Chimaev terlihat lebih aktif memberikan tekanan dan memaksa Strickland untuk terus bergerak mundur guna menghindari kombinasi pukulan yang datang beruntun.
Setelah hampir sepanjang ronde beradu pukulan, Chimaev akhirnya kembali melancarkan serangan take down yang berhasil menjatuhkan Strickland di menit terakhir. Meskipun mampu menekan di posisi bawah, Chimaev kehabisan waktu sebelum sempat mengeksekusi percobaan kuncian yang bisa menentukan hasil akhir pertandingan tersebut.
Memasuki ronde pamungkas atau ronde kelima, Chimaev langsung mengubah taktik dengan melancarkan serangan bantingan cepat sejak detik pertama pertandingan dimulai. Ia berhasil menyudutkan Strickland ke arah pagar oktagon dan terus memberikan tekanan fisik yang berat untuk menguras stamina sang lawan.
Strickland tidak tinggal diam dan memberikan perlawanan sengit melalui serangan balik yang efektif saat pertarungan kembali beralih ke posisi berdiri. Sebuah pukulan akurat dari Strickland sukses mendarat telak dan memperparah luka di wajah Chimaev yang mulai tampak kelelahan di akhir laga.
Setelah durasi pertandingan berakhir, penentuan pemenang harus diserahkan sepenuhnya kepada penilaian dewan juri yang bertugas di pinggir oktagon malam itu. Hasilnya, dua juri memberikan skor 48-47 untuk kemenangan Strickland, sementara satu juri lainnya memberikan skor identik 48-47 untuk keunggulan Chimaev.
| Kategori Penilaian | Sean Strickland | Khamzat Chimaev |
|---|---|---|
| Skor Juri 1 | 48 | 47 |
| Skor Juri 2 | 48 | 47 |
| Skor Juri 3 | 47 | 48 |
| Hasil Akhir | Menang (Split Decision) | Kalah |
Kemenangan melalui split decision ini secara resmi menobatkan Sean Strickland sebagai penguasa baru sabuk juara kelas menengah UFC menggantikan posisi sebelumnya. Keberhasilan Strickland ini sekaligus mematahkan rekor kemenangan beruntun Chimaev dalam sebuah duel berdarah yang akan dikenang sebagai salah satu laga paling kompetitif.