Valzan Baruna Arkananta, seorang siswa berbakat dari MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan, baru saja mengukir prestasi luar biasa di kancah internasional. Ia berhasil mengantongi 24 Letter of Acceptance (LoA) atau surat penerimaan dari berbagai perguruan tinggi ternama di luar negeri.
Atas pencapaian gemilang ini, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan apresiasi tinggi berupa sertifikat dan satu unit laptop. Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional yang berlangsung di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta.
Bukti Daya Saing Global Siswa Madrasah
Menag Nasaruddin Umar menyatakan bahwa keberhasilan Valzan adalah bukti nyata bahwa madrasah mampu mencetak generasi berkarakter yang siap bersaing secara global. Menurutnya, capaian ini merupakan buah dari ketekunan siswa serta dukungan lingkungan pendidikan yang sangat solid.
Senada dengan Menag, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar soal jumlah kampus yang menerima. Ia menilai hal ini mencerminkan kualitas akademik yang mumpuni serta penguasaan bahasa asing yang sangat baik dari siswa madrasah.
Suyitno juga menambahkan bahwa keberhasilan Valzan menjadi kebanggaan besar bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa lulusan madrasah memiliki kesiapan tinggi dalam menghadapi ketatnya seleksi perguruan tinggi tingkat internasional.
Fokus pada Bidang Ilmu Komputer
Perjalanan Valzan mendapatkan puluhan LoA bermula dari rasa keingintahuannya dalam mengeksplorasi berbagai informasi terkait universitas dunia. Setelah mempelajari syarat-syarat yang diperlukan, ia merasa memiliki kriteria yang sesuai untuk mencoba mendaftar.
Ketertarikan mendalam pada dunia teknologi mendorong Valzan untuk memilih jurusan Computer Science sebagai fokus studinya. Target utamanya saat ini adalah University of Sydney di Australia dengan spesialisasi pada pengembangan algoritma.
Valzan menjelaskan bahwa ia ingin mempersiapkan diri lebih awal untuk menghadapi tren teknologi masa depan pada tahun 2045 kelak. Baginya, memahami algoritma sejak dini adalah langkah strategis untuk mencuri start dalam persaingan teknologi global.
Perjuangan dan Persiapan Matang
Proses untuk mendapatkan surat penerimaan dari puluhan kampus ini tentu tidak instan dan memerlukan persiapan yang sangat matang. Valzan mengaku harus menyiapkan berbagai dokumen penting, biaya administrasi, hingga sertifikat kemampuan bahasa Inggris.
Salah satu tantangan terbesarnya adalah mengikuti tes IELTS sebanyak dua kali demi mendapatkan skor minimal 7. Sejak tahun 2025, ia mulai mengirimkan berkas pendaftaran dan esai secara bertahap ke berbagai universitas di seluruh dunia.
Daftar negara tujuan kampus yang dilamar oleh Valzan:
- Australia (termasuk University of Sydney sebagai target utama)
- Selandia Baru
- Belanda
- China
- Amerika Serikat
Meskipun sudah memegang 24 LoA, Valzan mengaku masih menantikan pengumuman dari enam kampus lainnya. Hasil dari kampus-kampus tersebut rencananya akan diumumkan secara resmi pada bulan Juli mendatang.
Harapan pada Beasiswa Indonesia Bangkit
Saat ini, Valzan juga tengah berupaya keras untuk mendapatkan dukungan finansial melalui Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). Program ini merupakan beasiswa penuh hasil kolaborasi antara Kementerian Agama dan LPDP untuk jenjang sarjana hingga doktor.
Ia menaruh harapan besar agar bisa lolos dalam seleksi penerima beasiswa tersebut pada tahun ini. Beasiswa BIB memang dirancang khusus untuk memfasilitasi putra-putri terbaik bangsa menempuh pendidikan di kampus top, baik di dalam maupun luar negeri.
Keberhasilan Valzan juga tidak lepas dari peran aktif pihak sekolah, terutama guru Bimbingan Konseling (BK) di MAN IC Pekalongan. Pihak sekolah senantiasa mendampingi para siswa dalam setiap tahap pendaftaran, mulai dari konsultasi hingga penyusunan surat rekomendasi.