Skor Matematika TKA 2026 Anjlok, Pakar Desak Perombakan Total Pembelajaran

Skor Matematika TKA 2026 Anjlok, Pakar Desak Perombakan Total Pembelajaran
Foto: Skor Matematika TKA 2026 Anjlok, Pakar Desak Perombakan Total Pembelajaran. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Ketua Umum Organisasi Pendidikan Guru Matematika Nusantara, Moch. Fatkoer Rohman, menyoroti rendahnya capaian nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada mata pelajaran matematika. Menurutnya, fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa metode pembelajaran di sekolah perlu segera dievaluasi dan dibenahi secara mendalam.

Fatkoer menilai proses belajar mengajar saat ini cenderung belum menyentuh aspek kemampuan berpikir kritis para siswa. Kebanyakan sekolah masih terjebak pada pemberian rumus dan latihan soal yang berulang demi mengejar hasil instan.

Akibatnya, para siswa menjadi terbiasa menghafal cara cepat tanpa benar-benar memahami konsep dasar di balik materi tersebut. Hal ini diungkapkan Fatkoer melalui keterangan tertulis pada Senin, 18 Mei 2026.

Kendala Siswa dalam Penalaran dan Logika

Kondisi tersebut membuat siswa sering kali merasa kesulitan saat dihadapkan pada soal yang menuntut kemampuan analisis, logika, dan penalaran. Padahal, aspek-aspek inilah yang menjadi standar utama pengukuran dalam pelaksanaan TKA.

Fatkoer juga membeberkan fakta memprihatinkan mengenai adanya siswa tingkat SMA yang masih bergantung pada hitungan jari untuk operasi matematika dasar. Masalah pemahaman konsep ini diyakini sudah terjadi sejak jenjang pendidikan awal dan terus berlanjut hingga tingkat menengah.

Ia menekankan bahwa pondasi numerasi yang lemah sejak sekolah dasar akan berdampak panjang bagi perkembangan akademik siswa. Ketika memasuki jenjang SMA, mereka akan kesulitan menyerap materi pelajaran yang memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi.

Memperbaiki Proses Pembelajaran Matematika

Menanggapi rendahnya nilai TKA, Fatkoer menegaskan bahwa solusi utamanya bukanlah dengan memperbanyak intensitas latihan soal atau drilling semata. Pendidikan seharusnya memberikan ruang bagi siswa untuk berdiskusi, bereksperimen, dan menemukan konsep secara mandiri.

Beberapa pendekatan pembelajaran yang disarankan meliputi:

  • Mengajak siswa aktif berpikir kritis daripada sekadar menerima informasi searah.
  • Mendorong ruang diskusi antar siswa untuk memecahkan suatu permasalahan matematika.
  • Memberikan kesempatan siswa untuk mencoba berbagai metode sebelum menemukan konsep inti.
  • Menghindari ketergantungan pada hafalan jawaban agar pemahaman bersifat jangka panjang.

Baginya, TKA hanyalah alat ukur untuk mengevaluasi kualitas pendidikan, bukan tujuan akhir dari proses belajar. Perbaikan yang paling krusial terletak pada bagaimana cara guru menyampaikan materi dan membangun minat belajar siswa.

Jadwal Pengumuman Hasil TKA 2026

Pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP sederajat secara nasional telah tuntas dilaksanakan pada 30 April 2026 lalu. Saat ini, para siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP tengah menantikan hasil evaluasi akademik tersebut.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menyampaikan bahwa proses pengolahan data masih berlangsung. Pengumuman resmi nilai TKA dijadwalkan akan dirilis pada 26 Mei mendatang.

Berikut adalah ringkasan jadwal dan progres pengumuman TKA:

Jenjang Pendidikan Tanggal Pelaksanaan Tanggal Pengumuman
SD & SMP Sederajat 30 April 2026 26 Mei 2026

Toni juga sempat memberikan gambaran awal mengenai hasil TKA jenjang SMP kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. Berdasarkan pantauan sementara pada hari pertama dan kedua, hasilnya diperkirakan tidak jauh berbeda dari capaian TKA di tingkat SMA.

Informasi lebih mendalam mengenai detail nilai dan evaluasi menyeluruh akan disampaikan pihak kementerian melalui taklimat media dalam waktu dekat. Masyarakat diharapkan menunggu rilis resmi untuk mendapatkan data yang lebih akurat dan menyeluruh.

Artikel terkait

Rekomendasi