Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kontraksi cukup dalam pada penutupan perdagangan hari ini. Indeks terkoreksi sebesar 4,52 persen atau setara 252,63 poin, yang membawa IHSG parkir di level 5.342,14.
Seluruh sektor saham terpantau memerah secara kompak dalam perdagangan kali ini. Namun, sorotan utama tertuju pada sektor telekomunikasi dan teknologi yang mencatatkan penurunan performa paling signifikan.
Anomali Saham Telkom di Tengah Tekanan Pasar
Saham PT Telkom Indonesia (TLKM) menjadi pusat perhatian setelah harganya merosot tajam hingga menyentuh batas bawah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), TLKM ditutup pada level Rp 2.350 per lembar saham.
Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 14,86 persen atau berkurang 410 poin dari harga penutupan sebelumnya. Tekanan jual yang masif membuat saham emiten pelat merah ini langsung terperosok ke area merah sejak awal perdagangan.
Berikut adalah ringkasan pergerakan dan kinerja saham TLKM:
| Indikator Performa | Data Terkini |
|---|---|
| Harga Penutupan | Rp 2.350 |
| Persentase Penurunan | 14,86% (ARB) |
| Laba Bersih Q1-2026 | Rp 4,34 Triliun (Turun 22% yoy) |
| Aksi Net Sell Asing | Rp 314 Miliar (Satu Bulan Terakhir) |
Data di atas memperlihatkan penurunan laba bersih dan tekanan dari investor asing menjadi pemicu utama ambruknya harga saham Telkom.
Faktor Pemicu Kemerosotan Kinerja TLKM
Analisis dari BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa laba kuartal I-2026 TLKM hanya mencapai Rp 4,34 triliun. Capaian tersebut turun 22 persen secara tahunan, sehingga memicu kekhawatiran pasar terkait perlambatan pertumbuhan perusahaan.
Selain faktor finansial, muncul sentimen negatif mengenai dugaan kasus pengadaan di internal Telkom. Isu ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap potensi risiko reputasi yang mungkin berdampak pada fundamental jangka panjang.
Pasar juga terpantau mengambil sikap menunggu atau wait and see menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Investor sedang mencermati keputusan terkait penggunaan laba serta potensi adanya perubahan dalam susunan pengurus perusahaan.
Secara teknikal, pergerakan harga TLKM telah menembus level dukungan support di angka 2.800. Kondisi ini mengindikasikan adanya perubahan arah tren, dengan potensi penurunan lanjutan menuju kisaran level 2.300 hingga 2.050.
Sektor Teknologi dan Saham WIFI
Tidak hanya telekomunikasi, sektor teknologi juga mengalami tekanan cukup berat sepanjang hari ini. Salah satu emiten yang ikut terseret ke zona merah adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Saham WIFI mencatatkan penurunan sebesar 5,54 persen atau setara dengan pelemahan 80 poin. Saham ini harus puas menutup sesi perdagangan pada level Rp 1.365 di tengah sentimen pasar yang kurang mendukung.
Meskipun harga sahamnya mengalami koreksi, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, memberikan pandangan berbeda. Ia menyatakan bahwa secara fundamental, PT Solusi Sinergi Digital Tbk sebenarnya menunjukkan kinerja yang kuat pada kuartal I-2026.