Saham ERAA Anjlok 10,1%, Erajaya Resmi Siapkan Buyback Rp100 Miliar di 2026

Saham ERAA Anjlok 10,1%, Erajaya Resmi Siapkan Buyback Rp100 Miliar di 2026
Foto: Saham ERAA Anjlok 10,1%, Erajaya Resmi Siapkan Buyback Rp100 Miliar di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mengambil langkah strategis di tengah fluktuasi pasar saham yang tidak menentu. Emiten ritel perangkat telekomunikasi ini berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback.

Perseroan telah menyiapkan dana maksimal sebesar Rp100 miliar untuk memuluskan aksi korporasi tersebut. Langkah ini dilakukan setelah harga saham ERAA mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Jadwal dan Mekanisme Buyback Saham ERAA

Head of Legal & Corporate Secretary ERAA, Amelia Allen, menjelaskan bahwa proses buyback akan dilakukan secara bertahap. Periode pelaksanaan direncanakan berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai 2 Juni hingga 2 September 2026.

Target maksimal saham yang akan dibeli kembali adalah sebanyak 797,5 juta lembar. Jumlah tersebut setara dengan 5% dari seluruh modal yang telah disetor dan ditempatkan oleh perusahaan.

Informasi rinci mengenai pelaksanaan buyback saham PT Erajaya Swasembada Tbk:

  • Alokasi Dana Maksimal: Rp100 miliar rupiah yang bersumber dari kas internal.
  • Jumlah Saham Maksimal: 797,5 juta lembar atau 5% dari modal disetor.
  • Periode Pelaksanaan: 2 Juni 2026 sampai dengan 2 September 2026.
  • Tujuan Aksi Korporasi: Menjaga stabilitas harga di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Manajemen menegaskan bahwa pendanaan aksi ini murni menggunakan kas internal tanpa mengandalkan pinjaman luar. Strategi ini dipilih untuk memastikan efisiensi modal di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Dampak Terhadap Kondisi Keuangan Perusahaan

Pihak manajemen optimis bahwa penggunaan dana dalam jumlah besar ini tidak akan mengganggu kesehatan finansial perusahaan. Amelia menekankan bahwa operasional bisnis tetap berjalan normal tanpa adanya dampak material yang merugikan.

Keyakinan ini didasarkan pada arus kas perusahaan yang dinilai masih sangat memadai untuk mendukung ekspansi sekaligus aksi korporasi. Keseimbangan antara modal dan kegiatan usaha tetap menjadi prioritas utama bagi manajemen.

Berikut adalah proyeksi perbandingan kondisi keuangan perusahaan berdasarkan laporan proforma:

Indikator Keuangan Posisi Per 31 Desember 2025 Proyeksi Setelah Buyback
Total Aset Rp28,86 Triliun (Estimasi) Rp28,76 Triliun
Total Ekuitas Di bawah Rp10 Triliun Rp10,08 Triliun

Berdasarkan data tersebut, aset perusahaan diperkirakan akan mengalami sedikit penurunan setelah buyback dilakukan. Namun di sisi lain, nilai total ekuitas perseroan diproyeksikan justru akan mengalami peningkatan.

Kinerja Saham di Pasar Modal

Keputusan buyback ini muncul di tengah tren pelemahan harga saham ERAA di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5), saham ERAA tertahan di posisi Rp374 per lembar saham.

Jika ditarik dalam rentang waktu satu bulan terakhir, nilai saham perusahaan ini telah merosot sekitar 10,1%. Langkah pembelian kembali saham ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap nilai fundamental perusahaan.

Artikel terkait

Rekomendasi