Rusia Luncurkan Rudal Oreshnik ke Ukraina, NATO Bereaksi Keras dan Mengejutkan 2026

Rusia Luncurkan Rudal Oreshnik ke Ukraina, NATO Bereaksi Keras dan Mengejutkan 2026
Foto: Rusia Luncurkan Rudal Oreshnik ke Ukraina, NATO Bereaksi Keras dan Mengejutkan 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Ketegangan geopolitik kembali memuncak setelah Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke Ibu Kota Ukraina, Kyiv. Langkah militer ini memicu kemarahan besar dari negara-negara anggota NATO yang menjadi sekutu utama Ukraina.

Aliansi pertahanan tersebut mengecam keras tindakan Moskow dan menyebutnya sebagai bentuk agresi nuklir yang sangat ceroboh. Pasalnya, Rusia diketahui menggunakan rudal hipersonik Oreshnik yang memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir.

Dampak Serangan dan Jenis Senjata yang Digunakan

Serangan yang terjadi pada Minggu dini hari tersebut dilaporkan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di pihak sipil. Berdasarkan data terkini, empat orang dinyatakan tewas sementara lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka.

Pemerintah Rusia melalui Kementerian Pertahanan mengonfirmasi penggunaan berbagai jenis persenjataan canggih dalam operasi tersebut. Berikut adalah rincian persenjataan yang dikerahkan oleh militer Rusia dalam serangan ke Kyiv:

Daftar persenjataan canggih Rusia yang digunakan dalam serangan terbaru:

  • Rudal Hipersonik Oreshnik: Senjata strategis berkemampuan nuklir yang diklaim mustahil untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara mana pun.
  • Rudal Balistik Iskander: Rudal jarak pendek yang dikenal memiliki akurasi tinggi untuk menghantam target darat.
  • Rudal Jelajah Kinzhal dan Zircon: Proyektil hipersonik yang diluncurkan dari berbagai platform, baik udara, laut, maupun darat.
  • Drone Serang: Pesawat tanpa awak yang dikerahkan secara masif untuk melumpuhkan titik-titik pertahanan Ukraina.

Pihak Rusia menyatakan bahwa seluruh target yang mereka sasar merupakan basis-basis militer strategis di wilayah Kyiv. Penggunaan rudal Oreshnik dalam operasi ini tercatat sebagai penggunaan yang ketiga kalinya sejak konflik bersenjata dimulai.

Alasan di Balik Eskalasi Serangan Rusia

Moskow mengeklaim bahwa serangan besar-besaran ini merupakan tindakan balasan atas aksi militer yang dilakukan Ukraina sebelumnya. Rusia menuding Ukraina telah menyerang asrama sebuah perguruan tinggi di wilayah Luhansk menggunakan pesawat tak berawak (UAV).

Insiden di Luhansk tersebut dilaporkan menelan korban jiwa sebanyak 21 orang dan melukai 42 orang lainnya. Sebagian besar korban dalam kejadian di asrama tersebut merupakan gadis remaja, yang kemudian memicu respons keras dari pihak Kremlin.

Sebagai bentuk pembalasan, militer Rusia pun meluncurkan sekitar 600 drone serta 90 rudal tercanggihnya ke berbagai wilayah Ukraina. Situasi ini membuat kondisi keamanan di kawasan tersebut semakin tidak menentu dan memicu kekhawatiran global.

Artikel terkait

Rekomendasi