Rusia Beri Ultimatum Mengejutkan ke Armenia: Tetap Sekutu atau Gabung Uni Eropa 2026

Rusia Beri Ultimatum Mengejutkan ke Armenia: Tetap Sekutu atau Gabung Uni Eropa 2026
Foto: Rusia Beri Ultimatum Mengejutkan ke Armenia: Tetap Sekutu atau Gabung Uni Eropa 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Ketegangan antara Rusia dan Armenia memasuki babak baru setelah blok ekonomi Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) memberikan tekanan kepada negara tersebut. Armenia kini didesak untuk segera menentukan sikap politik dan ekonominya di masa depan.

Blok yang dipimpin oleh Moskow tersebut meminta Armenia untuk segera menyelenggarakan referendum nasional. Melalui pemungutan suara ini, rakyat Armenia harus memilih antara tetap menjadi sekutu Rusia di EAEU atau bergabung dengan Uni Eropa (UE).

Puncak Perseteruan Rusia dan Armenia

Langkah tegas ini diambil setelah hubungan diplomatik antara Rusia dan Armenia terus menunjukkan tren penurunan. Situasi ini memuncak dalam pertemuan Dewan Ekonomi Utama Eurasia yang digelar di Astana pada 29 Mei lalu.

Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin dari empat negara anggota EAEU, yakni Rusia, Kazakhstan, Belarusia, dan Kyrgyzstan, menyepakati pernyataan resmi terkait nasib Armenia. Mereka menuntut kejelasan posisi dari pemerintah Armenia sesegera mungkin.

Isi kesepakatan para pemimpin negara anggota EAEU tersebut antara lain:

  • Mendesak Republik Armenia untuk mengadakan referendum nasional dalam waktu dekat guna menentukan pilihan keanggotaan blok ekonomi.
  • Menilai bahwa langkah politik Armenia selama setahun terakhir telah menunjukkan kecenderungan kuat untuk berpindah ke pihak Uni Eropa.
  • Menyoroti pengesahan undang-undang oleh parlemen Armenia pada tahun 2025 yang memulai proses aksesi resmi menuju Uni Eropa.
  • Mengingat kembali deklarasi bersama pasca KTT Armenia–UE pada Mei 2026 yang menegaskan aspirasi negara tersebut untuk menjadi bagian dari Eropa.

Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran kolektif dari blok bentukan Rusia tersebut terhadap manuver politik Yerevan. Para pemimpin EAEU menilai Armenia tidak bisa berada di dua kubu yang berbeda secara bersamaan.

Risiko Keamanan Ekonomi Regional

Para pemimpin negara anggota EAEU menegaskan bahwa persiapan Armenia untuk masuk ke Uni Eropa bukan sekadar urusan domestik. Hal ini dianggap membawa dampak serius bagi stabilitas ekonomi negara-negara anggota lainnya.

Menurut dokumen yang ditandatangani di Astana, proses aksesi Armenia ke Uni Eropa menciptakan risiko keamanan ekonomi yang signifikan. Kerja sama erat Armenia dengan Barat dinilai dapat mengganggu integrasi ekonomi yang selama ini dibangun dalam EAEU.

Beberapa poin penting mengenai situasi terkini antara Armenia dan blok Rusia:

Aspek Pertimbangan Kondisi Saat Ini
Status Keanggotaan Masih menjadi anggota penuh Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).
Tujuan Politik Mengejar aksesi ke Uni Eropa melalui jalur legislatif sejak 2025.
Tuntutan EAEU Penyelenggaraan referendum nasional segera.
Dampak Utama Risiko keamanan ekonomi bagi Rusia dan sekutunya di kawasan.

Data di atas menunjukkan betapa gentingnya pilihan yang harus diambil oleh pemerintah Armenia di bawah kepemimpinan saat ini. Tekanan dari Moskow dan sekutunya bertujuan untuk memutus ketidakpastian posisi geopolitik Armenia di kawasan Eurasia.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari pihak Armenia mengenai desakan referendum tersebut. Namun, dokumen yang diadopsi di Astana menjadi peringatan keras bahwa masa depan Armenia di dalam blok pimpinan Rusia kini berada di ujung tanduk.

Artikel terkait

Rekomendasi