Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali memuncak setelah Moskow melancarkan serangan balasan besar-besaran sebagai respons atas aksi serangan drone Ukraina sebelumnya.
Operasi militer ini melibatkan rudal dan pesawat tak berawak yang menargetkan berbagai fasilitas strategis di wilayah Ukraina pada Senin malam waktu setempat.
Rusia Balas Serangan Drone Terbesar Ukraina
Langkah balasan ini diambil Rusia setelah ibu kota mereka, Moskow, dihujani sekitar 130 drone yang dikirim oleh pihak Kiev selama akhir pekan lalu.
Serangan drone Ukraina tersebut dilaporkan menjadi yang terbesar dalam satu tahun terakhir dan mengakibatkan tiga orang warga sipil kehilangan nyawa.
Walikota Moskow, Sergey Sobyanin, menyatakan bahwa intensitas serangan drone tersebut mencakup wilayah pinggiran kota dan pusat keramaian lainnya.
Selain menelan korban jiwa, termasuk seorang warga negara India, insiden tersebut juga menyebabkan belasan orang lainnya mengalami luka-luka serius.
Fokus Target dan Infrastruktur Militer
Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa serangan balasan yang mereka luncurkan fokus pada pelumpuhan sektor industri dan logistik lawan.
Beberapa fasilitas yang menjadi sasaran utama dalam serangan balasan Rusia meliputi:
- Pabrik industri pertahanan yang memproduksi kebutuhan militer Ukraina.
- Infrastruktur energi dan bahan bakar untuk melemahkan operasional lawan.
- Fasilitas transportasi, pelabuhan angkatan laut, serta lapangan terbang militer.
Daftar target tersebut menunjukkan upaya Rusia untuk memutus jalur logistik dan kemampuan tempur Ukraina secara signifikan pasca serangan di Moskow.
Pernyataan Pihak Moskow dan Kiev
Pemerintah Rusia mengklaim telah menggunakan senjata presisi tinggi, baik dari darat maupun laut, untuk memastikan efektivitas serangan tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa seluruh target yang ditetapkan telah berhasil dihantam sesuai dengan rencana operasi yang disusun.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky sebelumnya telah memberikan apresiasi kepada intelijen dan militernya atas keberhasilan menembus pertahanan Moskow.
Ia mengklaim serangan tersebut merupakan pesan tegas bagi Rusia agar tidak mengabaikan kekuatan pertahanan yang dimiliki oleh pihak Ukraina saat ini.
Konflik yang terus memanas ini memperlihatkan intensitas serangan jarak jauh yang semakin meningkat dari kedua belah pihak di medan perang.
Hingga saat ini, situasi keamanan di kedua negara masih dalam tingkat waspada tinggi mengingat adanya potensi serangan lanjutan dari masing-masing militer.