Rusia Balas Dendam, 600 Drone dan 90 Rudal Tercanggih Gempur Ukraina 2026

Rusia Balas Dendam, 600 Drone dan 90 Rudal Tercanggih Gempur Ukraina 2026
Foto: Rusia Balas Dendam, 600 Drone dan 90 Rudal Tercanggih Gempur Ukraina 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Militer Rusia meluncurkan serangan balasan besar-besaran yang menargetkan berbagai objek vital di wilayah Ukraina pada Minggu (24/5/2026). Serangan ini melibatkan ratusan unit persenjataan canggih sebagai respons atas tindakan Ukraina terhadap fasilitas sipil di wilayah Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa operasi ini menyasar pusat komando militer, pangkalan udara, hingga perusahaan industri pertahanan. Sebanyak 600 unit drone dan 90 rudal tercanggih dikerahkan untuk memastikan target-target tersebut hancur total.

Jenis Persenjataan yang Dikerahkan Rusia

Dalam operasi udara ini, Moskow mengerahkan berbagai jenis rudal dengan teknologi termutakhir yang sulit ditembus sistem pertahanan lawan. Beberapa di antaranya bahkan dikategorikan sebagai senjata hipersonik dengan kecepatan luar biasa.

Daftar persenjataan utama yang digunakan dalam serangan balasan tersebut:

  • Rudal Balistik Oreshnik: Senjata jarak menengah terbaru yang mampu membawa beberapa hulu ledak konvensional maupun nuklir.
  • Rudal Hipersonik Kinzhal dan Zircon: Rudal aerobalistik dengan kecepatan tinggi yang diluncurkan dari berbagai platform.
  • Rudal Iskander: Rudal balistik taktis yang dikenal memiliki akurasi sangat tinggi dalam menghantam target darat.
  • Rudal Jelajah: Berbagai varian rudal yang diluncurkan dari unit udara, laut, dan darat milik militer Rusia.
  • 600 Pesawat Tanpa Awak (Drone): Digunakan untuk membanjiri pertahanan udara Ukraina sekaligus menyerang fasilitas teknis.

Kombinasi senjata ini membuat serangan tersebut menjadi salah satu pemboman terbesar yang pernah dialami wilayah Kyiv sejak konflik dimulai. Kecepatan dan lintasan rudal Oreshnik bahkan dilaporkan hampir mustahil dihentikan oleh sistem pertahanan udara Ukraina saat ini.

Dampak Serangan dan Jumlah Korban

Pihak berwenang menyatakan bahwa semua target yang telah ditentukan berhasil dihantam dengan tepat sasaran sesuai tujuan operasi. Selain kerusakan infrastruktur, serangan ini juga mengakibatkan korban jiwa di pihak militer maupun sipil.

Berikut adalah estimasi jumlah kehilangan personel militer Ukraina menurut laporan Rusia:

Kelompok Tempur Rusia Estimasi Korban Personel Ukraina
Kelompok Tempur Tsentr Lebih dari 305 tentara
Kelompok Tempur Vostok Lebih dari 265 tentara
Kelompok Tempur Zapad Hingga 180 prajurit
Kelompok Tempur Sever Lebih dari 175 tentara
Kelompok Tempur Yug Hingga 90 personel
Kelompok Tempur Dnepr Lebih dari 50 personel

Data tersebut menunjukkan skala intensitas pertempuran yang terjadi di berbagai lini depan selama serangan balasan berlangsung. Di sisi lain, laporan dari media internasional menyebutkan setidaknya empat warga sipil tewas akibat ledakan di wilayah ibu kota.

Reaksi Keras dari Presiden Zelensky

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memberikan respons tegas terkait penggunaan rudal Oreshnik yang jatuh di dekat kota Bila Tserkva. Ia mengutuk tindakan Rusia tersebut dan menyerukan dunia internasional agar tidak membiarkan aksi ini tanpa hukuman.

Zelensky menilai penggunaan senjata balistik canggih tersebut sebagai tindakan yang sangat membahayakan stabilitas keamanan kawasan. Ini merupakan kali ketiga Rusia menggunakan rudal Oreshnik sejak diperkenalkan dalam medan pertempuran.

Hingga saat ini, situasi di Kyiv dan beberapa wilayah Ukraina lainnya masih dalam kondisi siaga tinggi. Pihak Ukraina terus berusaha memperkuat koordinasi dengan sekutu Barat untuk mendapatkan sistem pertahanan udara yang lebih mumpuni.

Artikel terkait

Rekomendasi