Militer Rusia secara resmi mengonfirmasi telah melancarkan serangan udara besar-besaran ke arah Ibu Kota Ukraina, Kyiv, pada Minggu dini hari. Operasi militer tersebut melibatkan berbagai jenis senjata canggih, termasuk rudal hipersonik Oreshnik yang memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, merespons serangan mematikan tersebut dengan kecaman keras. Ia menggambarkan intensitas pengeboman kali ini sebagai sebuah tindakan yang benar-benar gila dan mengerikan.
Dampak dari gempuran tersebut dilaporkan menyebabkan jatuhnya korban jiwa di pihak warga sipil dan kerusakan bangunan. Tercatat sebanyak empat orang meninggal dunia, sementara lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi.
Jenis Senjata yang Digunakan Rusia
Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa operasi tersebut memang sengaja menargetkan sejumlah basis militer strategis di wilayah Kyiv. Mereka mengerahkan berbagai kombinasi alutsista modern yang diluncurkan melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Berikut adalah beberapa jenis persenjataan canggih yang digunakan oleh Rusia dalam serangan terbarunya tersebut:
Daftar rudal dan senjata canggih Rusia yang dikerahkan ke Kyiv:
- Rudal Hipersonik Oreshnik: Senjata balistik jarak menengah yang diklaim mampu menembus sistem pertahanan udara dan dapat membawa muatan nuklir.
- Rudal Balistik Iskander: Senjata taktis yang dikenal memiliki akurasi tinggi untuk menghancurkan target darat dalam jarak tertentu.
- Rudal Jelajah Kinzhal dan Zircon: Dua jenis rudal hipersonik yang memiliki kecepatan sangat tinggi sehingga sulit untuk dicegat oleh radar konvensional.
- Drone Serang: Pesawat nirawak yang digunakan untuk melengkapi gempuran rudal dan mengalihkan fokus pertahanan Ukraina.
Penggunaan rudal Oreshnik dalam serangan ini tercatat sebagai yang ketiga kalinya sejak konflik bersenjata pecah di wilayah tersebut. Pengerahan senjata ini menunjukkan peningkatan eskalasi persenjataan yang digunakan Rusia dalam menghadapi perlawanan Ukraina.
Latar Belakang dan Alasan Serangan
Serangan besar-besaran ini dilaporkan sebagai langkah balasan yang diperintahkan langsung oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin. Putin sebelumnya telah meminta Kementerian Pertahanan untuk menyusun skema respons terhadap aksi militer Ukraina yang terjadi sebelumnya.
Pihak Rusia menuding Ukraina telah melakukan serangan pesawat tak berawak (UAV) yang menyasar sebuah asrama perguruan tinggi keguruan di Luhansk. Insiden tersebut menelan korban sebanyak 21 orang tewas dan 42 orang luka-luka, di mana sebagian besar merupakan gadis remaja.
Kondisi di lapangan saat ini masih terus dipantau seiring dengan meningkatnya ketegangan di antara kedua negara. Hingga berita ini diturunkan, bantuan medis dan tim penyelamat di Kyiv masih berupaya menangani para korban terdampak ledakan rudal tersebut.