Nilai tukar rupiah yang terus melemah serta kondisi ekonomi yang tidak menentu belakangan ini mulai berdampak pada psikologis masyarakat. Banyak orang merasa khawatir terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, menjelaskan bahwa ketidakpastian ini sangat wajar memicu rasa cemas, khawatir, hingga frustrasi. Kabar mengenai fluktuasi mata uang dan masa depan ekonomi sering kali menciptakan rasa tidak aman secara psikologis bagi individu.
Dampak Berita Ekonomi Terhadap Kondisi Tubuh
Secara alami, otak manusia memiliki mekanisme pertahanan yang sangat sensitif terhadap berbagai bentuk ancaman. Ketika seseorang terus-menerus terpapar berita negatif, tubuh secara otomatis akan masuk ke dalam mode waspada atau "alarm".
Kondisi ini memicu respons fisik seperti detak jantung yang lebih kencang, napas pendek, hingga ketegangan otot. Selain itu, seseorang cenderung mengalami pikiran berlebih (overthinking), gangguan tidur, dan emosi yang menjadi lebih sensitif.
Dokter Lahargo mengingatkan bahwa jika tekanan ini dibiarkan dalam jangka panjang, risikonya bisa berujung pada stres kronis. Hal ini dapat menurunkan produktivitas serta memicu gangguan kecemasan hingga perasaan tidak berdaya (hopelessness).
Cara Mengelola Stres Akibat Ketidakpastian Ekonomi
Meskipun situasi ekonomi di luar kendali kita, dr. Lahargo menegaskan bahwa setiap orang memiliki kontrol penuh atas respons mereka. Mengelola kesehatan mental di tengah krisis sangat penting agar fungsi kehidupan sehari-hari tetap berjalan normal.
Langkah praktis yang disarankan oleh pakar untuk menjaga ketenangan diri:
- Membatasi waktu membaca berita atau memantau pergerakan kurs rupiah agar tidak terjebak dalam perilaku doom scrolling.
- Memilih sumber informasi yang tepercaya dan menetapkan durasi tertentu saja dalam mengonsumsi berita setiap harinya.
- Mengalihkan fokus pada tindakan konkret yang bisa dilakukan, seperti mengatur ulang skala prioritas pengeluaran rumah tangga.
- Meningkatkan keterampilan baru (up-skilling) serta menjaga kesehatan fisik sebagai investasi jangka panjang.
- Memperkuat hubungan dengan keluarga dan lingkungan sosial untuk mendapatkan dukungan moral.
Beberapa langkah di atas bertujuan agar masyarakat tetap produktif dan tidak tenggelam dalam kecemasan yang berlebihan. Fokus pada hal-hal kecil yang bisa dikendalikan terbukti efektif dalam meredam rasa panik akibat krisis global.
Tabel Ringkasan Gejala Stres dan Solusi Penanganan:
| Gejala Stres yang Muncul | Langkah Penanganan Mandiri |
|---|---|
| Jantung berdebar dan napas cepat | Latihan pernapasan dalam dan relaksasi otot |
| Overthinking terhadap kurs dan harga | Batasi durasi membaca berita ekonomi |
| Emosi tidak stabil dan mudah marah | Bicarakan kecemasan dengan orang terdekat |
| Merasa tidak aman akan masa depan | Fokus pada tabungan dan manajemen pengeluaran |
Tabel tersebut merangkum bagaimana reaksi tubuh terhadap tekanan ekonomi dapat diatasi dengan perubahan perilaku sederhana. Melalui kombinasi manajemen informasi dan dukungan sosial, dampak negatif dari anjloknya nilai tukar mata uang dapat diminimalisir.
Dukungan sosial merupakan salah satu faktor pelindung terbesar dalam menghadapi tekanan psikologis. Jangan ragu untuk berbagi keluh kesah dengan pasangan atau teman yang suportif guna meringankan beban pikiran.