Presenter Ruben Onsu mengungkapkan perasaan tidak nyaman terkait hubungannya dengan sang buah hati pasca-perceraian dengan Sarwendah. Melalui kuasa hukumnya, Ruben mengaku merasa ada jarak yang sengaja diciptakan antara dirinya dan kedua putri kandungnya.
Minola Sebayang selaku pengacara Ruben menjelaskan bahwa kliennya merasa kehilangan kepercayaan diri untuk bertemu anak-anak. Hal ini disebabkan oleh perlakuan yang ia terima, yang menurutnya tidak mencerminkan posisinya sebagai ayah kandung.
Keluhan Ruben Onsu Terkait Akses Bertemu Anak
Ruben merasa posisinya sebagai orang tua perlahan mulai tergeser oleh kehadiran pihak lain dalam kehidupan anak-anaknya. Ia merasa diperlakukan seperti orang asing, sementara ada orang luar yang justru mendapatkan perlakuan istimewa layaknya seorang ayah.
Kekecewaan Ruben memuncak saat ia harus mengikuti prosedur yang rumit hanya untuk sekadar mendampingi kegiatan buah hatinya. Minola menyebutkan bahwa kliennya harus mengantre dan menunggu giliran layaknya tamu biasa saat menghadiri acara sekolah anak.
Beberapa poin utama yang menjadi keresahan Ruben Onsu saat ini antara lain:
- Pembatasan Interaksi: Ruben merasa diberi batasan yang tidak wajar sehingga ia merasa canggung saat ingin menghabiskan waktu bersama putrinya.
- Prosedur yang Rumit: Adanya kewajiban untuk menunggu dan mengantre dalam kegiatan sekolah seperti pertunjukan balet, padahal ia adalah ayah kandung.
- Kekhawatiran Pola Asuh: Ruben mengaku buta terhadap perkembangan pendidikan dan nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak-anaknya saat ini.
Kondisi tersebut membuat Ruben merasa tidak tenang mengenai masa depan pertumbuhan mental dan karakter kedua putrinya. Ia merasa tidak lagi memiliki kontrol atau informasi yang cukup mengenai didikan seperti apa yang diterima anak-anaknya sehari-hari.
Pertimbangan Mengajukan Gugatan Hak Asuh
Melihat situasi yang kian tidak kondusif, pihak Ruben Onsu mulai membuka wacana untuk memperjuangkan hak asuh anak secara hukum. Minola menyatakan bahwa diskusi mengenai langkah hukum tersebut sudah mulai dibicarakan secara serius dengan kliennya.
Meskipun wacana tersebut menguat, hingga saat ini Ruben belum mendaftarkan gugatan resmi ke pengadilan. Ia memilih untuk tetap tenang dan berhati-hati agar tidak mengambil keputusan penting di bawah pengaruh emosi sesaat.
Berikut adalah ringkasan terkait wacana langkah hukum yang dipertimbangkan Ruben:
| Aspek Pertimbangan | Keterangan Detail |
|---|---|
| Status Hukum Saat Ini | Belum ada gugatan resmi yang didaftarkan ke pengadilan. |
| Tujuan Utama | Mengambil alih hak asuh demi menjamin pola asuh yang lebih baik. |
| Keyakinan Hukum | Tim pengacara yakin pengadilan dapat menilai Ruben sebagai pihak yang layak mengasuh. |
Tim kuasa hukum optimis bahwa jika gugatan diajukan, pengadilan akan melihat kapasitas Ruben sebagai figur ayah yang bertanggung jawab. Namun, kepastian mengenai langkah ini sepenuhnya berada di tangan Ruben setelah ia merasa siap secara mental dan situasional.