Romli, Anak Petani yang Sukses Jadi Wisudawan Terbaik UIN Madura 2026

Romli, Anak Petani yang Sukses Jadi Wisudawan Terbaik UIN Madura 2026
Foto: Romli, Anak Petani yang Sukses Jadi Wisudawan Terbaik UIN Madura 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Perjalanan menempuh pendidikan tinggi seringkali diwarnai dengan beragam kisah inspiratif, mulai dari proses yang lancar hingga perjuangan penuh air mata sejak hari pertama. Salah satu kisah luar biasa datang dari Muhammad Romli, seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Madura yang baru saja menyelesaikan studinya.

Meski harus menghadapi berbagai rintangan selama masa kuliah, Romli membuktikan bahwa tekad kuat mampu membawa seseorang ke puncak kesuksesan. Ia tidak hanya sekadar lulus, tetapi juga dinobatkan sebagai wisudawan terbaik untuk Program Studi Hukum Tata Negara di kampusnya.

Prestasi Gemilang di Tengah Keterbatasan

Prestasi yang diraih Romli terbilang sangat membanggakan dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai angka 3,93. Angka ini menjadi simbol nyata bahwa kondisi ekonomi yang terbatas bukan merupakan penghalang bagi seseorang untuk mencetak prestasi gemilang.

Romli menyatakan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian luar biasa yang berhasil ia raih tersebut. Baginya, keberhasilan menjadi wisudawan terbaik ini merupakan persembahan istimewa bagi kedua orang tuanya.

Menurut Romli, predikat ini adalah hadiah untuk ayah dan ibunya yang telah bekerja keras tanpa lelah demi mendukung pendidikan anak-anak mereka. Ia merasa bangga bisa memberikan kebahagiaan kepada orang tuanya melalui pencapaian akademik ini.

“Saya sangat bersyukur atas posisi yang saya capai saat ini. Ini merupakan bentuk hadiah bagi orang tua saya yang telah mengupayakan banyak hal, bahkan seringkali di luar batas kemampuan mereka,” ungkap Romli sebagaimana dikutip dari laman resmi UIN Madura.

Perjuangan Membayar Biaya Kuliah

Kisah awal Romli masuk ke perguruan tinggi tidaklah mudah, terutama dalam hal pembiayaan. Saat pertama kali mendaftar di UIN Madura, biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus dibayarkan terpaksa diperoleh dengan meminjam uang kepada kerabat.

Keluarga Romli berasal dari latar belakang ekonomi yang sederhana, di mana orang tuanya sehari-hari bekerja sebagai petani. Meskipun kondisi finansial tidak selalu mencukupi, semangat orang tua Romli untuk menyekolahkan anak-anak mereka tidak pernah padam.

Kerja keras orang tuanya telah membuahkan hasil nyata dalam pendidikan keluarga mereka. Hingga saat ini, keluarga petani tersebut telah berhasil melahirkan dua orang sarjana dan satu orang lulusan magister.

Berikut adalah ringkasan jenjang pendidikan yang ditempuh oleh Romli dan saudara-saudaranya :

Anggota Keluarga Tingkat Pendidikan / Status
Kakak Pertama Sarjana Pendidikan (S1)
Kakak Kedua Magister Pendidikan (S2)
Muhammad Romli Sarjana Hukum (S1) - Wisudawan Terbaik
Adik Bungsu Pelajar Kelas 3 Madrasah Aliyah (MA)

Data di atas menunjukkan betapa besarnya komitmen keluarga Romli terhadap pendidikan tinggi bagi putra-putrinya. Saat ini, adik bungsu Romli juga tengah bersiap menyelesaikan pendidikan menengah atasnya.

Dukungan Beasiswa dan Manajemen Waktu

Romli sempat mengalami masa-masa sulit secara finansial di awal masa kuliahnya. Hal ini terjadi karena di saat yang bersamaan, kakak keduanya juga tengah menempuh studi jenjang S2 di Malang.

Kondisi ekonomi keluarganya mulai sedikit terbantu ketika Romli berhasil mendapatkan beasiswa GenBI saat memasuki semester tiga dan empat. Ia merasa sangat terbantu karena beasiswa tersebut mampu meringankan beban biaya yang harus ditanggung orang tuanya.

Selain fokus pada masalah biaya, Romli juga sangat memperhatikan cara belajarnya agar tetap produktif. Rahasia di balik IPK tingginya adalah kemampuan menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan organisasi kampus.

Selama kuliah, ia aktif berorganisasi dan bahkan pernah dipercaya menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Meski memiliki tanggung jawab besar di organisasi, ia tetap menempatkan urusan perkuliahan sebagai prioritas paling utama.

Romli menjelaskan bahwa sebanyak apa pun kesibukan yang ia miliki di luar kelas, belajar tetap menjadi fokus utamanya. Ia selalu memastikan untuk mengikuti setiap sesi perkuliahan secara maksimal dan tidak pernah menyepelekan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa.

Artikel terkait

Rekomendasi