Roket Blue Origin Milik Jeff Bezos Meledak, Kejadian Mengejutkan di 2026

Roket Blue Origin Milik Jeff Bezos Meledak, Kejadian Mengejutkan di 2026
Foto: Roket Blue Origin Milik Jeff Bezos Meledak, Kejadian Mengejutkan di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Sebuah insiden serius menimpa perusahaan kedirgantaraan milik miliarder Jeff Bezos, Blue Origin. Roket New Glenn dilaporkan meledak saat menjalani uji coba di Florida pada Kamis malam waktu setempat.

Ledakan ini menjadi pukulan telak bagi Blue Origin di tengah persaingan teknologi luar angkasa. Kejadian tersebut berpotensi mengganggu target ambisius NASA untuk kembali mengirim manusia ke Bulan dalam waktu dekat.

Kronologi Ledakan di Kennedy Space Center

Insiden bermula ketika tim sedang melakukan uji coba "hotfire" yang dijadwalkan pada pukul 21.00 malam waktu setempat. Lokasi pengujian berada di area landasan peluncuran Kennedy Space Center, Amerika Serikat.

Hanya dalam hitungan detik setelah mesin dinyalakan, bola api raksasa melahap seluruh area landasan hingga hancur total. Cahaya oranye dari ledakan tersebut bahkan terlihat sangat jelas dari wilayah Fort Pierce yang berjarak 185 kilometer ke arah selatan.

Jeff Bezos mengonfirmasi bahwa seluruh karyawan yang bertugas saat pengujian tersebut berada dalam kondisi selamat. Meski tidak ada korban luka, pendiri Amazon itu mengakui bahwa insiden ini merupakan hari yang sangat berat bagi perusahaannya.

Dampak Terhadap Program Artemis NASA

Roket New Glenn memiliki peran krusial karena dirancang untuk membawa wahana pendarat astronaut ke permukaan Bulan. Kegagalan uji coba ini dikhawatirkan akan mengubah linimasa misi luar angkasa Amerika Serikat secara signifikan.

Padahal, baru saja pada hari Selasa sebelumnya, NASA mengumumkan kemenangan Blue Origin dalam kontrak misi pembangunan pangkalan Bulan. Proyek mercusuar ini diperkirakan memiliki nilai investasi mencapai USD20 miliar.

Berikut adalah poin-poin penting terkait keterlibatan Blue Origin dalam misi NASA:

  • Menjadi penyedia wahana pendarat utama untuk misi Artemis IV yang dijadwalkan meluncur pada 2028.
  • Berkompetisi langsung dengan SpaceX milik Elon Musk untuk mendukung pendaratan manusia pertama sejak 1972.
  • Bertanggung jawab atas peluncuran misi awal pembangunan basis permanen di satelit alami Bumi tersebut.

Evaluasi mendalam akan segera dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelayakan struktur roket di masa depan. NASA menegaskan bahwa keselamatan astronaut tetap menjadi prioritas utama di atas mengejar target jadwal peluncuran.

Evaluasi Jadwal Peluncuran Mendatang

Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan melalui media sosial bahwa pihaknya akan meninjau ulang seluruh jadwal misi yang ada. Blue Origin sendiri secara resmi menyebut kegagalan ledakan ini sebagai sebuah "anomali" teknis.

Tim ahli saat ini tengah mengumpulkan data dari lokasi kejadian untuk mencari tahu penyebab pasti kegagalan mesin tersebut. Hasil investigasi ini akan menentukan apakah rencana pengembalian manusia ke Bulan dalam dua tahun ke depan masih mungkin untuk direalisasikan.

Artikel terkait

Rekomendasi