Pemerintah Indonesia kembali mempertegas posisi Korea Selatan (Korsel) sebagai salah satu mitra strategis yang sangat krusial dalam kebijakan luar negeri di wilayah Indo-Pasifik.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kementerian Luar Negeri, Dr. Santo Darmosumarto, menjelaskan bahwa hubungan kedua negara kini telah mencakup berbagai dimensi luas.
Kerja sama ini tidak lagi hanya terpaku pada sektor ekonomi, namun sudah merambah ke industri pertahanan serta upaya penguatan stabilitas di kawasan regional.
Hubungan Historis dan Kemitraan Strategis Khusus
Santo menilai Korea Selatan telah bertransformasi menjadi special strategic partner yang memiliki ikatan sejarah yang sangat kuat dengan Indonesia.
Ia menekankan bahwa Korsel merupakan mitra penting bagi Indonesia untuk belajar mengenai banyak hal, mulai dari tata kelola pemerintahan hingga pengembangan infrastruktur modern.
Beberapa sektor utama yang menjadi fokus pembelajaran dan kerja sama kedua negara antara lain:
- Pengalaman dalam proses demokratisasi dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
- Kolaborasi dalam investasi besar dan perluasan jaringan perdagangan internasional.
- Pertukaran ilmu terkait pengembangan ibu kota baru yang berkelanjutan.
- Pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Poin-poin di atas menunjukkan betapa luasnya spektrum kerja sama yang dibangun oleh Jakarta dan Seoul demi kemajuan bersama di masa depan.
Peran Middle Power di Kawasan Indo-Pasifik
Dalam dinamika geopolitik Indo-Pasifik yang kian kompetitif, Indonesia dan Korea Selatan memiliki posisi yang unik sebagai kekuatan menengah atau middle power.
Kedua negara dianggap memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan dan stabilitas kawasan di tengah persaingan kekuatan besar dunia.
Santo mengungkapkan bahwa Indonesia, Korea Selatan, dan Australia pernah tergabung dalam konsep kerja sama negara menengah yang dikenal dengan akronim KIA.
Kelompok negara ini memiliki pandangan yang selaras dalam upaya menjaga keamanan regional agar tetap kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan perdamaian.
Ringkasan informasi mengenai kemitraan strategis Indonesia-Korsel 2026:
| Aspek Kerja Sama | Fokus Utama |
|---|---|
| Status Kemitraan | Special Strategic Partner |
| Bidang Prioritas | Pertahanan, AI, dan Pengembangan SDM |
| Posisi Geopolitik | Kekuatan Menengah (Middle Power) |
| Visi Kawasan | Stabilitas dan Keseimbangan Indo-Pasifik |
Tabel tersebut merangkum poin-poin penting yang menjadi landasan kuat dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan di tahun 2026.
Pernyataan ini disampaikan Santo dalam agenda sosialisasi lomba menulis yang diadakan oleh Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) di Jakarta pada Minggu (17/5/2026).
Melalui forum tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya peran strategis kedua negara dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.