Resmi, Universitas Brawijaya Terapkan CFD Tiap Jumat Mulai 2026 demi Hemat Energi

Resmi, Universitas Brawijaya Terapkan CFD Tiap Jumat Mulai 2026 demi Hemat Energi
Foto: Resmi, Universitas Brawijaya Terapkan CFD Tiap Jumat Mulai 2026 demi Hemat Energi. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Universitas Brawijaya (UB) secara resmi memulai kebijakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) yang dijadwalkan rutin setiap hari Jumat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen kampus terhadap prinsip keberlanjutan dan efisiensi energi sesuai instruksi pemerintah pusat.

Area yang ditetapkan sebagai kawasan bebas kendaraan ini mencakup wilayah di sekitar gedung Rektorat hingga bundaran utama kampus. Kebijakan ini bertujuan menciptakan lingkungan akademik yang lebih bersih sekaligus mendorong gaya hidup sehat bagi seluruh mahasiswa dan staf.

Transformasi Budaya dan Efisiensi Energi

Sekretaris UB, Dr. Tri Wahyu Nugroho, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya nyata dalam melakukan pergeseran budaya atau shifting culture. Fokus utamanya adalah membiasakan civitas akademika pada pola hidup yang lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar.

Melalui inisiatif ini, pihak kampus berharap bisa menyediakan ruang publik yang nyaman dan sehat untuk berinteraksi. Tri Wahyu menekankan pentingnya ruang bersama yang bebas dari polusi kendaraan agar semua orang bisa berkumpul dengan lebih leluasa.

Wadah Ekspresi dan Larangan Berjualan Makanan

Selain tujuan ekologis, momen CFD di Universitas Brawijaya juga dimanfaatkan sebagai panggung kreativitas bagi para mahasiswa. Kawasan ini akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari penampilan musik akustik hingga pameran hasil riset dan teknologi robotik.

Meski menjadi ajang berkumpul, pihak universitas memberlakukan aturan ketat mengenai aktivitas perdagangan di area CFD. Berikut adalah poin-poin utama terkait aturan kegiatan ekonomi dan ekspresi selama CFD berlangsung:

Daftar ketentuan kegiatan di area Car Free Day Universitas Brawijaya:

  • Pameran Karya: Mahasiswa diperbolehkan memamerkan desain, karya seni rupa, hingga inovasi riset terbaru mereka.
  • Larangan Jualan Makanan: Pedagang dilarang menjual makanan guna menghindari tumpukan sampah sisa konsumsi yang sulit dibersihkan.
  • Penjualan Produk Non-Makanan: Produk kreatif seperti tanaman bonsai atau barang lainnya diperbolehkan selama tidak menghasilkan sampah.
  • Hiburan Kampus: Adanya fasilitas untuk penampilan seni jalanan seperti akustik untuk menghidupkan suasana.

Aturan mengenai pelarangan penjualan makanan diterapkan demi menjaga estetika dan kebersihan lingkungan kampus. Pihak universitas tidak ingin kebijakan lingkungan ini justru menambah beban kerja petugas kebersihan akibat sampah plastik atau sisa makanan.

Masa Percobaan dan Akses Kendaraan

Kebijakan Car Free Day ini saat ini masih berada dalam tahap uji coba yang direncanakan berlangsung selama dua bulan ke depan. Perwakilan UPT Green Campus UB, Angky Wahyu Putranto, menyatakan bahwa evaluasi akan terus dilakukan selama masa transisi ini.

Mahasiswa dan staf tidak perlu khawatir mengenai akses masuk kampus karena gerbang UB tetap dibuka seperti biasa. Larangan melintas hanya berlaku secara spesifik di area tertentu yang telah dipetakan sebagai zona hijau bebas kendaraan.

Informasi cakupan area dan akses transportasi selama CFD:

Kategori Ketentuan Akses
Gerbang Masuk Tetap dibuka normal untuk semua jenis kendaraan.
Zona CFD Area sekitar Gedung Rektorat hingga Bundaran UB (Tertutup untuk kendaraan).
Ojek Online/Transportasi Umum Hanya boleh mengantar sampai batas zona bebas kendaraan.
Durasi Uji Coba Berlangsung selama dua bulan setiap hari Jumat.

Melalui pengaturan ini, mahasiswa tetap bisa membawa kendaraan pribadi atau menggunakan transportasi daring menuju kampus tanpa hambatan berarti. Pembatasan hanya dilakukan pada titik sentral yang telah ditentukan agar kegiatan pameran dan olahraga dapat berjalan kondusif tanpa gangguan asap kendaraan.

Artikel terkait

Rekomendasi