Kabar gembira bagi para pencari beasiswa dan pelajar di tanah air, karena kini Tes TOEFL iBT (Test of English as a Foreign Language) bisa dikerjakan secara daring langsung dari rumah. Selain kemudahan akses tersebut, materi soal dalam tes bahasa Inggris berskala internasional ini juga telah diperbarui agar lebih adil dan tidak mengandung bias budaya tertentu.
Direktur Manajemen Saluran Asia Tenggara di Educational Testing Service (ETS), Chuong Nguyen, menjelaskan bahwa pihaknya telah menghapus materi yang hanya dipahami oleh budaya Amerika Serikat saja. Sebagai contoh, soal-soal bertema tradisi Thanksgiving yang sangat akrab bagi warga Amerika namun asing bagi masyarakat Indonesia, kini sudah ditiadakan dari materi ujian.
Langkah ini diambil untuk memastikan prinsip kesetaraan bagi seluruh peserta dari berbagai latar belakang negara. Nguyen menekankan bahwa dengan penghapusan unsur budaya spesifik tersebut, tingkat kesulitan soal tidak lagi bergantung pada pengetahuan umum tentang tradisi suatu negara, melainkan murni kemampuan bahasa.
Pembaruan Format Soal dan Prinsip TOEFL iBT
Selain lebih adil, materi soal TOEFL iBT versi terbaru didesain agar lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari dan menjamin keamanan akademik. Nguyen menyebutkan bahwa dalam sesi membaca atau Reading Section, panjang teks dibatasi agar peserta tetap fokus pada inti kemampuan literasi mereka.
Berikut adalah rincian struktur terbaru dalam sesi Reading di TOEFL iBT :
- Complete The Words: Bagian ini terdiri dari paragraf pendek dengan panjang sekitar 70 hingga 100 kata.
- Read in Daily Life: Materi bacaan bertema kehidupan sehari-hari dengan panjang paragraf antara 15 hingga 150 kata.
- Read Academic Passage: Bacaan akademis yang dibatasi panjangnya maksimal 175 sampai 200 kata saja.
Pembatasan jumlah kata dalam teks akademik ini bertujuan untuk menjaga aspek academic safety, sehingga instruksi yang diberikan terasa lebih singkat dan jelas. Pola kalimat yang digunakan pun cenderung lebih langsung, mirip dengan instruksi guru kepada murid di kelas yang mudah dipahami.
Transformasi TOEFL iBT ini mengusung empat prinsip utama yang menjadi pondasi pembaruan sistemnya. Prinsip tersebut mencakup aspek teknis pelaksanaan hingga relevansi materi yang diujikan kepada para peserta di seluruh dunia.
Informasi mengenai empat prinsip utama dalam pembaruan TOEFL iBT :
| Prinsip | Penjelasan Pembaruan |
|---|---|
| Fairness (Adil) | Meniadakan bias budaya dan menyediakan opsi tes online dari rumah dengan sensor perangkat lunak ketat. |
| Agile (Adaptif) | Durasi tes dipangkas menjadi hanya 2 jam dan hasil skor keluar lebih cepat dalam waktu 3 hari. |
| Smart (Cerdas) | Fokus pada keterampilan komunikasi yang relevan dengan isu-isu terkini di dunia nyata. |
| Tailored (Personal) | Sistem penilaian menggunakan bantuan AI yang mampu memetakan kemampuan individu secara lebih akurat. |
Sistem penilaian baru ini juga menggunakan skala skor 1-6 yang sudah diselaraskan dengan Common European Framework of Reference (CEFR). Hal ini memudahkan institusi pendidikan maupun perusahaan dalam menginterpretasikan hasil kemampuan bahasa Inggris peserta sesuai standar global.
Proses Pengembangan dan Jangkauan Global
Pembaruan besar-besaran ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui riset panjang yang dilakukan oleh tim ahli di ETS. Sidnei De Souza selaku Executive Director Global Partnerships and Sales Management ETS mengungkapkan bahwa pengembangan sistem ini memakan waktu satu tahun penuh sejak awal 2025.
Riset yang mendasari perubahan tersebut bahkan sudah dilakukan sejak tiga hingga empat tahun sebelumnya dengan melibatkan masukan dari berbagai institusi dunia. Sejak resmi diimplementasikan pada Januari 2026, perubahan ini mendapat respon yang sangat positif dari berbagai pihak karena dinilai lebih modern.
Saat ini, TOEFL iBT telah menjadi standar kompetensi bahasa Inggris yang diakui oleh lebih dari 13.000 institusi di 160 negara. Hal ini menjadikannya salah satu sertifikasi bahasa paling populer bagi siapa saja yang ingin melanjutkan studi atau berkarier di kancah internasional.
Biaya Tes TOEFL iBT di Indonesia
Terkait masalah biaya yang sering dianggap mahal bagi sebagian masyarakat Indonesia, Sidnei menjelaskan bahwa Indonesia mendapatkan perlakuan khusus. Meski ETS menaikkan tarif di 152 negara lain sejak Oktober 2025, Indonesia justru menjadi salah satu negara yang mendapatkan pengurangan harga.
Berikut adalah perbandingan biaya tes TOEFL iBT antara Indonesia dan rata-rata dunia :
| Kategori | Estimasi Biaya (Rupiah) | Estimasi Biaya (USD) |
|---|---|---|
| Harga di Indonesia | Rp3,1 Juta - Rp3,2 Juta | Sekitar USD 180 |
| Rata-rata Dunia | Sekitar Rp4,5 Juta | Sekitar USD 260 |
Data tersebut menunjukkan bahwa biaya tes di tanah air masih berada di bawah rata-rata harga global. Kebijakan ini diambil berdasarkan struktur biaya berbeda yang diterapkan ETS untuk beberapa wilayah di Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Diana Kartika, Executive Director IIEF sebagai operator resmi di Indonesia, menambahkan bahwa mayoritas pengguna tes ini adalah mahasiswa pemburu beasiswa. Ia menyebutkan banyak lembaga pemberi beasiswa besar seperti LPDP dan Beasiswa Indonesia Maju (BIM) yang menanggung biaya tes ini bagi para pesertanya.
Dengan masa berlaku sertifikat selama dua tahun, TOEFL iBT tetap menjadi investasi penting bagi masa depan akademik seseorang. Inovasi tes daring dan penyesuaian harga ini diharapkan dapat membuka peluang lebih lebar bagi masyarakat Indonesia untuk bersaing di level global.