Reaksi Mengejutkan FrosT Usai Global Esports Dibantai Paper Rex di VCT Pacific 2026: Hapus Neon!

Reaksi Mengejutkan FrosT Usai Global Esports Dibantai Paper Rex di VCT Pacific 2026: Hapus Neon!
Foto: Reaksi Mengejutkan FrosT Usai Global Esports Dibantai Paper Rex di VCT Pacific 2026: Hapus Neon!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kekalahan pahit yang dialami Global Esports dari Paper Rex pada babak final lower bracket VCT Pacific Stage 1 2026 ternyata berbuntut panjang. Hector "FrosT" Rosario, sang pelatih kepala, melontarkan kritik pedas yang menyasar kebijakan Riot Games terkait agen Neon.

Dalam laga penentuan tersebut, Global Esports harus mengakui keunggulan Paper Rex dengan skor telak 0-3. Hasil ini memicu rasa frustrasi yang mendalam bagi sang pelatih hingga ia secara terbuka meminta penghapusan agen asal Filipina tersebut.

Kritik yang disampaikan FrosT dalam sesi wawancara media pascapertandingan langsung menjadi sorotan hangat. Ia menyoroti perubahan mekanik permainan atau balancing yang diterapkan Riot Games baru-baru ini pada karakter Neon.

Alasan FrosT Menuntut Penghapusan Neon

FrosT merasa sangat kecewa dengan arah pembaruan yang dilakukan pengembang terhadap salah satu agen Duelist paling ikonik di VALORANT tersebut. Menurutnya, rangkaian patch terbaru telah merusak nilai utama yang membuat Neon unik di mata para pemain.

Beberapa poin keberatan yang disampaikan oleh pelatih Global Esports tersebut meliputi hal-hal berikut:

  • Hilangnya Karakteristik Utama: Neon dianggap telah kehilangan jati dirinya sebagai agen dengan mobilitas agresif sejak kecepatannya dikurangi secara signifikan dalam pembaruan terakhir.
  • Usulan Penghapusan Agen: FrosT berpendapat daripada memberikan perubahan setengah hati yang membuat performa agen tidak optimal, Riot Games lebih baik menghapus Neon sepenuhnya dari jajaran karakter.
  • Masalah Vertikalitas dan Pergerakan: Sang pelatih menekankan bahwa VALORANT sudah memiliki kontrol pergerakan udara yang kuat lewat Jett dan Raze, sehingga Neon seharusnya tetap dibiarkan unggul pada pergerakan horizontal yang cepat.

Ungkapan emosional ini mencerminkan keresahan tim yang merasa strategi mereka terhambat oleh perubahan meta permainan yang drastis. Pernyataan tersebut kini memicu debat panjang antara pendukung perubahan balancing dan pihak yang setuju dengan opini FrosT.

Dominasi Paper Rex di Babak Lower Bracket

Terlepas dari kontroversi mengenai Neon, jalannya pertandingan dengan format best-of-five (Bo5) tersebut menunjukkan dominasi luar biasa dari tim Paper Rex. Skuad asal Singapura ini tampil sangat disiplin dan tidak memberikan celah sedikitpun bagi lawan mereka.

Kemenangan beruntun diraih Paper Rex di tiga peta sekaligus, yakni Haven, Lotus, dan Ascent. Global Esports tampak kesulitan mengembangkan permainan mereka menghadapi tekanan tinggi yang dilancarkan oleh skuad Paper Rex sepanjang laga berlangsung.

Berikut adalah ringkasan hasil pertandingan antara Global Esports dan Paper Rex pada final lower bracket:

Peta Pertandingan Pemenang Status Dominasi
Haven Paper Rex Kemenangan Mutlak
Lotus Paper Rex Kontrol Penuh
Ascent Paper Rex Kemenangan Penentu

Data di atas memperlihatkan betapa tangguhnya Paper Rex dalam menjaga ritme permainan di babak krusial. Kemenangan ini sekaligus memupus harapan Global Esports untuk melaju lebih jauh di kompetisi VCT Pacific Stage 1 tahun ini.

Kekalahan ini terasa sangat menyesakkan bagi Global Esports karena sebelumnya mereka pernah mengalahkan Paper Rex di putaran upper bracket. Namun, kematangan mental dan jam terbang tinggi dari pemain Paper Rex terbukti menjadi pembeda di babak final ini.

Walaupun gagal mencapai posisi puncak, FrosT tetap memberikan pembelaan dan apresiasi kepada para pemainnya. Ia menyebut bahwa komposisi tim Global Esports saat ini merupakan salah satu yang terbaik yang pernah ia pimpin selama berkarier.

Kini, perhatian komunitas VALORANT tertuju pada bagaimana Riot Games akan merespons kritik pedas dari pelatih profesional tersebut. Fokus utama diskusi saat ini adalah apakah nerf terhadap Neon memang terlalu berlebihan atau justru diperlukan demi menjaga stabilitas kompetisi di tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi