Putin: Serangan Rudal Oreshnik ke Ukraina Baru Uji Coba, Belum Skala Penuh 2026

Putin: Serangan Rudal Oreshnik ke Ukraina Baru Uji Coba, Belum Skala Penuh 2026
Foto: Putin: Serangan Rudal Oreshnik ke Ukraina Baru Uji Coba, Belum Skala Penuh 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden Rusia, Vladimir Putin, memberikan pernyataan mengejutkan terkait penggunaan rudal hipersonik Oreshnik di wilayah Ukraina baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa serangkaian serangan tersebut masih dalam tahap uji coba eksperimental dan belum masuk dalam kategori penggunaan tempur skala penuh.

Menurut Putin, peluncuran misil mutakhir ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas serta kinerja sistem senjata tersebut secara langsung di lapangan. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan dengan pimpinan kantor berita internasional yang difasilitasi oleh kantor berita TASS.

Kronologi Penggunaan Rudal Oreshnik

Rusia tercatat telah beberapa kali meluncurkan rudal balistik jarak menengah (IRBM) ini ke sejumlah wilayah strategis di Ukraina. Berikut adalah rincian serangan yang telah terjadi berdasarkan data yang dihimpun:

  • November 2024: Serangan pertama kali dilakukan dengan menargetkan fasilitas industri di wilayah Dnipro.
  • Januari 2026: Rudal Oreshnik kembali diluncurkan dan menghantam target di wilayah Lviv.
  • Juni 2026: Serangan terbaru dilaporkan terjadi di Bila Tserkva, yang terletak di kawasan Oblast Kyiv.

Meskipun serangan tersebut menimbulkan dampak kerusakan, Putin menekankan bahwa langkah militer tersebut belum mencerminkan kekuatan asli dari sistem Oreshnik. Ia menyebut operasi yang dilakukan sejauh ini hanyalah "uji tembak" untuk mematangkan teknologi misil tersebut.

Eksperimen untuk Akurasi Masa Depan

Dalam keterangannya, Putin mengungkapkan bahwa militer Rusia sengaja memilih lokasi serangan yang memudahkan proses pemantauan pasca-ledakan. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan data intelijen mengenai sebaran material rudal setelah mencapai target.

“Kami menyerang di tempat yang mudah untuk mengamati dampaknya. Kami ingin melihat bagaimana blok-blok yang tersebar itu mendarat,” ungkap pemimpin Kremlin tersebut seperti dikutip dari EurAsian Times.

Presiden Rusia juga membeberkan bahwa drone pengintai dikerahkan segera setelah ledakan untuk menghitung posisi pecahan rudal hingga tingkat milimeter. Data presisi ini sangat krusial bagi pengembangan strategi militer Rusia di masa depan.

Rangkuman poin penting mengenai penggunaan rudal Oreshnik:

  • Senjata ini diklaim mustahil untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara tercanggih milik negara-negara Barat saat ini.
  • Data hasil uji coba akan menjadi landasan bagi Rusia untuk menentukan target tempur yang lebih spesifik di masa mendatang.
  • Ada potensi penggunaan skala penuh di wilayah perkotaan yang padat penduduk jika situasi strategis mengharuskannya.

Hingga saat ini, Rusia terus mematangkan kesiapan sistem senjata hipersonik mereka sebagai bagian dari penguatan kekuatan militer di tengah konflik yang masih berlangsung. Putin menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa efektivitas penggunaan Oreshnik akan sangat menentukan keputusan strategis mereka ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi