Capsule Wardrobe Hemat 2026: Cara Bangun Koleksi Baju Minimalis Tanpa Bujet Mahal

Capsule Wardrobe Hemat 2026: Cara Bangun Koleksi Baju Minimalis Tanpa Bujet Mahal
Foto: Capsule Wardrobe Hemat 2026: Cara Bangun Koleksi Baju Minimalis Tanpa Bujet Mahal. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
Capsule Wardrobe dan Bujet

Capsule wardrobe sering dianggap mahal. Apakah benar begitu? Ternyata, tren gaya hidup ini tak selalu harus menguras dompet.

Banyak yang beranggapan bahwa pakaian berbahan organik atau produk dari jenama slow fashion lebih mahal daripada fast fashion.

Hal ini membuat sebagian orang mengira bahwa sustainable fashion hanya cocok untuk yang memiliki bujet besar.

Celotehan sering terdengar tentang perlunya membeli pakaian mahal seperti blazer premium untuk menyusun capsule wardrobe:

Padahal, prinsip utama dari capsule wardrobe tak dimulai dengan belanja.

Cempaka Asriani, influencer conscious fashion, menekankan pentingnya mengenali isi lemari sendiri. Menurutnya, capsule wardrobe lebih kepada mengoptimalkan pakaian yang sudah ada.

"Seharusnya kita audit lemari lebih dulu," ujar Cempaka kepada CNNIndonesia.com.

Pakaian berkualitas tak harus mahal. Harga bukan penentu utama ketahanan pakaian.

Cempaka mencontohkan kaus yang sering ia kenakan. Meski harganya hanya Rp70 ribu, pakaian tersebut memenuhi kebutuhan bergayanya.

Capsule wardrobe bisa dimulai dengan pakaian yang sudah ada di lemari. Jika harus membeli, pilih yang sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Pandangan mengubah seluruh isi lemari sekaligus berlawanan dengan prinsip conscious consumption.

José Magano dalam penelitiannya di Journal of Sustainability Research menjelaskan bahwa capsule wardrobe muncul sebagai respons terhadap fast fashion.

Intinya adalah membeli lebih sedikit dan menggunakan lebih lama. Sarah Lazarovic dalam bukunya juga menyarankan untuk memanfaatkan yang ada sebelum membeli baru.

Menurut Cempaka, langkah pertama adalah memakai yang sudah ada, bukan mengganti semua dengan produk sustainable.

Pakaian baru dibutuhkan kala ada perubahan kebutuhan, misalnya baju lama rusak atau berukuran tak pas.

Berapa lama capsule wardrobe bisa bertahan?

Penelitian sustainable fashion menekankan pentingnya memperpanjang umur pakaian.

Ingun Grimstad Klepp dari Oslo Metropolitan University menemukan rata-rata umur pakaian sekitar empat tahun, tergantung bahan dan frekuensinya.

Pakaian basic seperti kaos lebih tahan lama karena sering digunakan.

Menurut Cempaka, baju berkualitas tinggi dapat bertahan hingga lima atau sepuluh tahun bila dirawat dengan baik.

Misalnya, ia memiliki rok 15 tahun yang masih elok bentuknya, meskipun bahan natural lebih cepat mengalami perubahan.

"Katun yang tipis bisa belel, itu ciri khas bahan alami," jelasnya.

Idealnya, capsule wardrobe tidak diubah untuk mengikuti tren, tetapi berdasarkan ketika pakaian sudah rusak atau tak cocok dipakai.

Berikut beberapa tips memperpanjang umur pakaian:

  • Perbaiki jahitan kecil segera.
  • Ganti resleting rusak jika diperlukan.
  • Cuci pakaian dengan benar dan tidak terlalu sering.

Cempaka menegaskan pentingnya membaca label perawatan pakaian untuk merawatnya dengan tepat.

Tampil menarik tidak selalu harus dengan belanja baru. Kemampuan memadupadankan pakaian lama menghasilkan penampilan yang berbeda.

Jadi, siapkah Anda memulai capsule wardrobe?

Artikel terkait

Rekomendasi