Parade Hari Kemenangan di Moskow tahun ini berlangsung dengan skala yang jauh lebih kecil di bawah pengawasan keamanan yang sangat ketat. Langkah tersebut diambil guna mengantisipasi potensi serangan pesawat tak berawak dari pihak Ukraina selama prosesi berlangsung.
Presiden Vladimir Putin memberikan pidato di Lapangan Merah untuk memperingati kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II dengan pengamanan yang ditingkatkan. Meskipun terdapat kekhawatiran serangan, gencatan senjata tiga hari yang dimediasi oleh Amerika Serikat sempat memberikan sedikit kelegaan bagi ibu kota Rusia.
Pidato Putin dan Ketegangan dengan NATO
Dalam orasinya di hadapan ratusan personel militer dan pemimpin dunia, Putin menegaskan bahwa operasi militer yang dijalankannya merupakan sebuah perang yang adil. Ia menuding Ukraina sebagai kekuatan agresif yang mendapatkan dukungan penuh serta persenjataan dari seluruh blok NATO.
Putin memanfaatkan momen Hari Kemenangan sebagai hari libur sekuler paling krusial untuk mempertontonkan kekuatan militer sekaligus menggalang dukungan invasi ke Ukraina. Pemimpin yang telah berkuasa selama lebih dari 25 tahun ini terus mengonsolidasi kekuatan domestik melalui narasi patriotisme nasional tersebut.
Perubahan Format Parade Militer
Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade terakhir, parade militer Rusia kali ini diselenggarakan tanpa kehadiran tank, rudal, maupun persenjataan berat lainnya. Satu-satunya elemen militer yang ditampilkan secara visual hanyalah atraksi terbang tradisional dari sejumlah pesawat tempur di langit Moskow.
Pejabat berwenang Rusia menyatakan bahwa perubahan format mendadak ini disebabkan oleh situasi operasional terkini serta adanya ancaman nyata dari serangan Ukraina. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menekankan bahwa langkah-langkah keamanan tambahan telah diterapkan meskipun kesepakatan gencatan senjata sebelumnya sering kali tidak dipatuhi.