Presiden Iran Perintahkan Akses Internet Dibuka Kembali, Kebijakan Terbaru 2026 yang Mengejutkan Dunia

Presiden Iran Perintahkan Akses Internet Dibuka Kembali, Kebijakan Terbaru 2026 yang Mengejutkan Dunia
Foto: Presiden Iran Perintahkan Akses Internet Dibuka Kembali, Kebijakan Terbaru 2026 yang Mengejutkan Dunia. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara resmi menginstruksikan pembukaan kembali akses internet internasional pada Senin (25/5/2026). Keputusan ini sekaligus menyudahi masa pemadaman jaringan global yang berlangsung selama hampir tiga bulan akibat konflik bersenjata melawan Amerika Serikat dan Israel.

Kabar ini disampaikan oleh kepala hubungan masyarakat Kementerian Komunikasi Iran melalui media pemerintah setempat sebagaimana dilaporkan Reuters. Meski perintah telah turun, mekanisme teknis dan waktu pasti pemulihan koneksi ke jaringan dunia masih belum dirinci secara mendalam.

Dampak Pemadaman Panjang bagi Warga Iran

Lembaga pemantau internet NetBlocks mencatat bahwa mayoritas penduduk Iran telah terisolasi dari dunia digital selama 87 hari terakhir. Selama periode tersebut, akses informasi keluar masuk negara tersebut menjadi sangat terbatas bagi masyarakat umum.

Hanya segelintir warga yang masih mampu terhubung melalui layanan VPN khusus yang canggih dan berbiaya sangat tinggi. Sebagian besar warga lainnya praktis tidak memiliki cara untuk menembus sensor ketat yang diberlakukan otoritas keamanan.

Kronologi pembatasan akses internet di Iran selama setahun terakhir:

  • Januari: Pemutusan akses dimulai pada 8 Januari sebagai respons atas gelombang demonstrasi anti-pemerintah di berbagai wilayah.
  • Februari: Koneksi internet sempat berangsur pulih secara bertahap pada awal bulan sebelum kembali ditutup total.
  • Maret - Mei: Pemadaman total dilakukan kembali sejak 28 Februari menyusul serangan militer yang dilancarkan AS dan Israel ke wilayah Iran.

Rangkuman di atas memperlihatkan bagaimana situasi keamanan negara berdampak langsung pada kebebasan akses informasi warga. Selama masa konflik, pemerintah lebih mengandalkan jaringan intranet lokal untuk menjalankan layanan dasar seperti sistem pendidikan daring.

Keraguan dan Polemik Kekuasaan

Di tengah pengumuman tersebut, suasana di Teheran dilaporkan masih cenderung skeptis terkait perubahan kecepatan dan kemudahan akses internet. Sejumlah warga yang diwawancarai Wall Street Journal mengaku belum merasakan adanya peningkatan koneksi yang signifikan di perangkat mereka.

Salah seorang penduduk lokal bahkan meragukan situasi akan kembali normal seperti masa sebelum perang meletus. Ia merasa banyak batasan digital yang masih akan tetap dipertahankan meski instruksi presiden sudah dikeluarkan.

Sejumlah analis melihat langkah Presiden Pezeshkian ini sebagai tanda adanya tarik-ulur kepentingan dengan faksi garis keras. Hal ini disebabkan otoritas tertinggi terkait keamanan siber tetap berada di tangan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Berikut adalah beberapa fakta mengenai pemegang kendali internet di Iran:

Aspek Pengambil Keputusan Detail Penjelasan
Otoritas Tertinggi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang melibatkan komandan Garda Revolusi.
Peran Presiden Memberikan instruksi namun bukan penentu kebijakan akhir dalam urusan keamanan nasional.
Ketergantungan Infrastruktur Pemerintah memaksimalkan intranet untuk meminimalisir ketergantungan pada World Wide Web.

Tabel ini menunjukkan bahwa meski presiden memiliki wewenang administratif, keputusan krusial tetap melibatkan unsur militer dan konservatif. Hal ini membuat proses normalisasi internet menjadi isu politik yang kompleks di dalam negeri.

Mehdi Yahyanejad dari organisasi NetFreedom Pioneers menilai bahwa upaya Pezeshkian ini bertujuan membangun opini publik yang positif. Ia menduga pembukaan akses ini dikaitkan dengan narasi pencapaian kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.

Artikel terkait

Rekomendasi