Potensi kreativitas generasi muda Indonesia dalam membangun Kekayaan Intelektual atau Intellectual Property (IP) lokal kini dipandang sebagai sumber ekonomi baru yang sangat menjanjikan.
Sektor ini dinilai memiliki prospek cerah untuk menembus pasar global berkat kekayaan budaya, narasi lokal yang kuat, serta talenta kreatif yang terus bertumbuh pesat.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya sektor ini :
- Kekayaan intelektual dipandang sebagai "tambang baru" atau The New Mining bagi perekonomian Indonesia.
- Industri berbasis IP memiliki nilai ekonomi yang sangat besar dan berkelanjutan di masa depan.
- Pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama untuk memperkuat ekosistem kreatif nasional.
- Kolaborasi antar-stakeholder diperlukan agar karya lokal bisa bersaing dengan brand dunia.
Riefky optimistis bahwa dengan pengelolaan yang tepat, Indonesia dapat menjadi pusat pertumbuhan industri kreatif unggulan di wilayah Asia.
Belajar dari Kesuksesan IP Global
Sebagai perbandingan, Menekraf menyoroti keberhasilan beberapa IP populer asal luar negeri yang mampu mencetak pendapatan fantastis selama puluhan tahun.
Berikut adalah rincian nilai ekonomi dari beberapa IP global ternama yang menjadi referensi bagi pertumbuhan industri kreatif :
| Nama Kekayaan Intelektual (IP) | Usia IP | Estimasi Pendapatan |
|---|---|---|
| Gundam | 47 Tahun | Sekitar Rp460 Triliun |
| Pokemon | 30 Tahun | Sekitar Rp1.600 Triliun |
Data tersebut menunjukkan betapa besarnya peluang finansial yang bisa dihasilkan jika sebuah karakter atau karya kreatif dikelola secara profesional dalam jangka panjang.
Bahkan pada tahun 2025, nilai ekonomi Pokemon secara keseluruhan diperkirakan telah menyentuh angka fantastis hingga Rp2.500 triliun.
Mendorong Sinergi dan Perluasan Pasar
Riefky menekankan bahwa kesuksesan besar tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja sama yang solid antara pelaku industri, komunitas, dan pengembang teknologi.
Pemerintah kini tengah mendorong pengembangan berbagai jenis IP, mulai dari karakter video gim, cendera mata, hingga kartu permainan dan komik.
Selain itu, sektor film bioskop, musik, buku, hingga video klip juga menjadi fokus utama dalam memperluas jangkauan Kekayaan Intelektual Indonesia.
Menurut pria asal Aceh ini, posisi kreator lokal saat ini sangat strategis dan setara dengan peran penting sektor pertambangan konvensional.
Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi para kreator tanah air di kancah internasional.
Dengan ekosistem yang kuat, karya-karya orisinal anak bangsa diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga dikenal luas oleh masyarakat dunia.