Antusiasme wisatawan mancanegara untuk menghadiri Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Meski begitu, sejumlah pakar memperkirakan distribusi keuntungan ekonomi dari pesta sepak bola empat tahunan ini tidak akan tersebar merata di seluruh kota penyelenggara.
Berdasarkan laporan kolaborasi antara The Data Appeal Company, Mabrian, dan PredictHQ, Meksiko saat ini memimpin dalam hal stabilitas pertumbuhan permintaan perjalanan. Di sisi lain, Amerika Serikat sempat mengalami lonjakan minat kunjungan yang sangat drastis pada kuartal pertama tahun ini.
Kanada sendiri mencatatkan pertumbuhan yang cenderung lebih lambat jika dibandingkan dengan dua negara tetangganya. Walaupun demikian, arus kunjungan wisatawan ke negara tersebut tetap menunjukkan grafik yang konsisten dan positif.
Destinasi Favorit dan Pintu Masuk Wisatawan
Beberapa kota besar mulai muncul sebagai destinasi utama yang paling banyak diincar oleh para penggemar sepak bola dari berbagai belahan dunia. Boston, Mexico City, dan Vancouver menjadi titik fokus utama, sementara New York tetap kokoh sebagai daya tarik wisata global yang dominan.
Amerika Serikat diprediksi akan menjadi gerbang utama bagi para pelancong internasional karena keunggulan aksesibilitas udaranya. Negara ini memiliki koneksi penerbangan langsung ke 40 dari total 48 negara yang menjadi peserta dalam turnamen besar tersebut.
Beberapa faktor kunci yang memengaruhi dinamika pergerakan wisatawan selama turnamen berlangsung:
- Ketersediaan kapasitas kursi penerbangan internasional dan domestik.
- Volume pencarian perjalanan dan tren pemesanan akomodasi secara real-time.
- Kesiapan infrastruktur transportasi di kota-kota tuan rumah.
- Strategi penetapan harga hotel yang sangat fluktuatif menjelang pertandingan.
Maria Pradissitto dari The Data Appeal Company menjelaskan bahwa format penyelenggaraan di banyak kota memberikan peluang unik bagi setiap wilayah. Namun, keberhasilan tiap daerah sangat bergantung pada kemampuan mereka dalam mengelola kapasitas dan membaca permintaan pasar.
Proyeksi Pendapatan dan Realita Ekonomi
Total belanja wisatawan selama turnamen akbar ini diperkirakan akan menyentuh angka USD 4,3 miliar atau setara dengan Rp 69 triliun. Sektor perhotelan diprediksi akan meraup keuntungan paling besar dengan serapan anggaran mencapai lebih dari 80 persen.
Lonjakan tarif hotel kini mulai terasa, terutama untuk tanggal-tanggal krusial seperti laga pembukaan di Mexico City pada 11 Juni mendatang. Hal serupa juga terjadi pada periode pertandingan final yang akan digelar di kawasan New York atau New Jersey pada 19 Juli.
Daftar kota yang diprediksi merasakan dampak penyerapan tenaga kerja paling signifikan:
- Kansas City
- San Jose
- Atlanta
- Houston
- Los Angeles
Penelitian dari Oxford Economics memberikan catatan bahwa dampak ekonomi jangka panjang mungkin tidak akan terlalu masif bagi kota-kota di Amerika Serikat. Sebagian besar keuntungan ekonomi dan lapangan kerja baru yang tercipta dianggap hanya bersifat temporer selama ajang berlangsung.
Tantangan Infrastruktur dan Dampak Jangka Panjang
Barbara Denham selaku Lead Economist Oxford Economics menyoroti minimnya pembangunan infrastruktur baru untuk ajang ini. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan ekonomi jangka menengah di wilayah-wilayah penyelenggara diprediksi menjadi cukup terbatas.
Ia menambahkan bahwa aktivitas wisata selama Piala Dunia kemungkinan besar hanya mengalihkan arus perjalanan yang sudah ada sebelumnya. Dengan kata lain, turnamen ini lebih banyak menarik minat orang yang memang berencana bepergian daripada menciptakan ceruk pasar baru.
Kota-kota besar seperti Miami dan Seattle diperkirakan hanya akan mengalami kenaikan pendapatan yang tipis. Hal ini dikarenakan kota-kota tersebut sudah memiliki basis kunjungan wisatawan internasional yang sangat tinggi pada hari-hari biasa.
Fenomena serupa sebenarnya pernah tercatat pada sejarah penyelenggaraan Piala Dunia 1994 silam. Saat itu, dampak ekonomi yang menetap di kota-kota penyelenggara dinilai kurang signifikan setelah euforia turnamen sepak bola berakhir.