Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat rupanya belum memberikan dampak signifikan bagi sektor pariwisata di Seattle. Meskipun jutaan tiket pertandingan telah ludes terjual, angka pemesanan hotel di salah satu kota tuan rumah tersebut masih jauh di bawah prediksi awal.
Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat memberikan gambaran optimis bahwa turnamen akbar tahun ini akan semeriah gabungan dari 104 acara Super Bowl. Namun, kenyataan di lapangan berbicara lain seiring dengan jadwal kick-off yang tinggal menyisakan waktu satu bulan lagi.
Kondisi Sektor Perhotelan di Seattle Menjelang Turnamen
Kota Seattle dijadwalkan menjadi lokasi bagi enam pertandingan penting dalam turnamen yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko selama periode Juni hingga Juli mendatang. Meski demikian, laporan terbaru dari American Hotel and Lodging Association (AHLA) menunjukkan bahwa pergerakan wisatawan masih didominasi oleh pelancong domestik.
Hingga saat ini, kedatangan wisatawan mancanegara dalam jumlah besar yang diharapkan mampu mendongkrak okupansi hotel belum juga terlihat secara signifikan. Kondisi ini membuat para pelaku usaha di industri akomodasi mulai merasa khawatir dengan performa bisnis mereka selama ajang berlangsung.
Berikut adalah poin-poin utama mengenai situasi industri perhotelan di Seattle saat ini:
- Sebanyak hampir 80 persen pelaku usaha perhotelan di Seattle melaporkan bahwa tingkat pemesanan kamar saat ini masih berada di bawah target yang mereka tetapkan.
- Data pemesanan hotel untuk periode Piala Dunia bahkan tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan tren kunjungan pada musim panas reguler di tahun-tahun sebelumnya.
- Industri perhotelan di wilayah tersebut sudah menghadapi tantangan ekonomi yang cukup lama, sehingga harapan terhadap lonjakan tamu sangatlah tinggi.
- Pelaku industri masih optimis bahwa jika hasil akhir musim panas ini sedikit lebih baik dari biasanya, hal tersebut sudah dianggap sebagai pencapaian positif.
Presiden Washington Hospitality Association, Anthony Anton, mengungkapkan bahwa sektor ini sedang melewati masa-masa sulit. Ia sangat berharap momentum Piala Dunia tetap dapat memberikan bantuan bagi keberlangsungan bisnis hotel di wilayah tersebut.
Proyeksi Ekonomi dan Harapan dari Wisatawan Internasional
Walaupun angka pemesanan kamar belum menunjukkan lonjakan yang drastis, biro pariwisata setempat tetap memegang proyeksi ekonomi yang cukup besar. Piala Dunia 2026 diperkirakan masih berpotensi menyumbang pendapatan hingga 845 juta USD atau sekitar Rp 13,52 triliun untuk wilayah Seattle dan King County.
Menanggapi situasi ini, Michael Stathokostopoulos selaku analis dari CoStar Group berpendapat bahwa ekspektasi publik terhadap dampak ekonomi turnamen ini mungkin sempat terlalu berlebihan di awal. Ia menilai meski awalnya dibesar-besarkan, kini dampaknya justru mulai dipandang sebelah mata oleh sebagian pihak.
Ringkasan perbandingan ekspektasi dan realita terkait Piala Dunia 2026 di Seattle:
| Aspek Penilaian | Ekspektasi Awal | Kondisi Saat Ini |
|---|---|---|
| Jumlah Pemesanan Hotel | Melonjak drastis melebihi musim panas biasa. | Masih di bawah target, didominasi wisatawan domestik. |
| Dampak Ekonomi (Seattle & King County) | Target hingga 845 juta USD. | Masih menjadi target proyeksi jangka panjang. |
| Antusiasme Wisatawan Asing | Lonjakan besar dari berbagai negara. | Pemesanan mendadak (last minute) masih dinantikan. |
Tabel di atas memperlihatkan celah antara harapan awal penyelenggara dengan data riil yang terkumpul di lapangan menjelang pembukaan turnamen. Para pelaku industri kini mengalihkan fokus pada peluang pemesanan di menit-menit terakhir yang biasa dilakukan oleh penggemar sepak bola dunia.
Para pengusaha wisata berharap para suporter internasional dari negara-negara besar seperti Inggris, Prancis, Argentina, Brasil, dan Jerman akan memadati Seattle pada fase gugur di bulan Juli. Hal ini diharapkan menjadi momentum puncak untuk mendongkrak pendapatan sektor jasa dan akomodasi.
Wakil Presiden Downtown Seattle Association, Jennifer Casillas, menegaskan bahwa tujuan utama mereka bukan sekadar mengisi kamar hotel selama turnamen. Pihaknya ingin memberikan pengalaman berkesan bagi para suporter agar mereka memiliki alasan kuat untuk kembali berkunjung ke Seattle setelah ajang Piala Dunia berakhir.