Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta memberikan catatan penting usai mengikuti ajang ITB China 2026. Mereka menilai Indonesia perlu belajar banyak dari strategi promosi yang diterapkan oleh negara tetangga.
Dalam ajang internasional tersebut, Malaysia dan Thailand terlihat jauh lebih solid dalam memasarkan pariwisata mereka. PHRI Jakarta menyoroti dua poin utama, yakni strategi promosi yang kuat serta dukungan lintas sektor yang sangat terintegrasi.
Belajar dari Solidaritas Malaysia dan Thailand
Ketua BPD PHRI Jakarta, Sutrisno Iwantono, mengungkapkan bahwa negara pesaing tampil dengan kekuatan nasional yang masif. Mereka mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga industri penerbangan dalam satu identitas branding.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan kehadiran Indonesia yang praktis hanya diwakili secara aktif oleh DKI Jakarta. Meski penampilan Jakarta dinilai sangat profesional, skalanya tetap belum mampu menandingi promosi nasional negara lain yang terpadu.
Sutrisno menegaskan bahwa jika ingin bersaing dengan Malaysia atau Thailand, Indonesia tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kehadiran sebagai satu kekuatan nasional yang utuh untuk memikat pasar mancanegara, khususnya di China.
Pentingnya Kolaborasi dan Sinergi Nasional
PHRI DKI Jakarta memandang situasi ini sebagai refleksi penting bagi masa depan promosi pariwisata tanah air. Koordinasi yang lebih luas antarprovinsi di bawah satu payung branding nasional menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.
Pemerintah pusat diharapkan dapat memimpin koordinasi partisipasi Indonesia dalam berbagai bursa pariwisata internasional. Langkah ini diharapkan melibatkan pemerintah daerah serta para pelaku industri secara kolektif.
Poin utama rekomendasi PHRI Jakarta untuk penguatan pariwisata:
- Membangun satu identitas nasional yang kuat (national branding) agar tidak terfragmentasi antar daerah.
- Mengintegrasikan peran maskapai penerbangan, perhotelan, dan travel agent dalam satu strategi promosi.
- Meningkatkan efisiensi anggaran promosi melalui pola kolaborasi lintas sektor yang lebih terorganisir.
- Melibatkan pemerintah daerah secara serentak untuk memperkaya ragam destinasi yang ditawarkan ke pasar global.
Upaya sinergi ini dipercaya dapat membuat biaya promosi menjadi jauh lebih efektif namun tetap memiliki dampak yang luas. Citra Indonesia di pasar internasional pun diyakini akan semakin kuat jika seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama.
Sinergi antara pemerintah, asosiasi, hingga maskapai penerbangan menjadi kunci utama untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Di tengah persaingan regional yang kian ketat, kekompakan sektor pariwisata adalah aset yang sangat berharga.