Perawat onkologi memainkan peran vital dalam penanganan kanker yang kompleks, sering kali tidak terlihat tapi krusial. Mereka bertindak sebagai penghubung antara dokter, pasien, dan keluarga, membantu memahami kondisi dan terapi yang dijalani. Menurut Dr. Kemala Rita Wahidi dari HIMPONI, perawat onkologi adalah 'jembatan strategis' bagi pasien kanker stadium lanjut serta keluarganya. Posisi ini meliputi fungsi sebagai penerjemah, navigator, dan advokat.
Penerjemah medis:
Dr. Kemala menjelaskan bahwa perawat bertugas mengubah istilah medis yang rumit menjadi bahasa sehari-hari yang dimengerti pasien dan keluarga. "Translator artinya dia harus bisa menerjemahkan bahasanya dokter, bahasa medis yang disampaikan dokter ke pasien dengan bahasa awamnya pasien," jelasnya. Ini penting karena banyak istilah medis yang sulit dipahami oleh pasien yang bukan tenaga kesehatan.
Navigator dan advokat:
Navigator membantu keluarga memutuskan tindakan di tengah ketidakpastian informasi. Sebagai advokat, perawat menyuarakan kebutuhan pasien kepada tenaga medis tanpa mengesampingkan keputusan dokter. Hal ini sangat penting terutama untuk pasien yang sudah dalam perawatan paliatif, di mana tujuan utama adalah meringankan penderitaan fisik dan psikologis.
Kebutuhan Khusus Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pasien kanker stadium lanjut memiliki kebutuhan yang berbeda dan sering kali sudah menjalani perawatan paliatif. "Apalagi pasien dalam kondisi yang advanced, yang end stage seperti itu, pasti sangat berbeda sekali dari segi aspek fisiknya," ungkap Dr. Kemala. Perawat perlu peka terhadap emosi pasien yang mungkin tidak terucap, menangkap ekspresi non-verbal untuk memberikan respons yang tepat.
Tantangan Komunikasi Kabar Buruk:
Berita tentang kanker stadium lanjut bisa sangat menggetarkan. Perawat harus menyampaikan ini tanpa merusak psikologis pasien atau keluarga. Dr. Kemala menekankan pentingnya MDT atau tim multidisiplin dalam menyampaikan kabar buruk agar informasi dapat diterima dengan baik. "Kita duduk bersama dengan pasien dan memastikan mereka siap menerima informasi," ujarnya.
Peran Hingga 'Masa Duka':
Peran perawat juga berlangsung hingga masa berduka, memberikan dukungan kepada keluarga yang telah menjadi caregiver. Dalam proses ini, mereka turut memberikan dukungan moral kepada keluarga yang kehilangan. Terkadang, keluarga menutupi diagnosis dari pasien untuk melindungi kondisi mental pasien, tetapi Dr. Kemala menekankan pentingnya komunikasi jujur dan bertahap.
Pendekatan MDT di MRCCC Siloam Semanggi
Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Semanggi menjadi salah satu pusat rujukan kanker dengan pendekatan MDT, memastikan pasien mendapat penanganan terintegrasi. Seluruh layanan dari deteksi dini hingga pengobatan kanker bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi keharusan mencari pengobatan ke luar negeri.
```