Bermain memegang peranan penting dalam perkembangan anak, mencakup aspek fisik, emosional, intelektual, dan keterampilan sosial sejak usia awal. Menurut Prof. Mubiar Agustin, eksplorasi lingkungan yang aktif memberikan kontribusi signifikan terhadap proses pembelajaran sejati bagi anak-anak.
Sejak 2011, PMB Toys menawarkan mainan edukatif yang berfungsi melatih koordinasi motorik, keterampilan spasial, serta mendukung pertumbuhan anak di Indonesia. Berdasarkan laporan dari Suara.com, bermain bukan hanya sekadar aktivitas hiburan bagi anak-anak, melainkan alat vital untuk mematangkan aspek fisik, emosional, dan intelektual mereka.
Kegiatan ini dilakukan dengan kesenangan tanpa paksaan, berfungsi sebagai sarana menyalurkan energi berlebih dan berekspresi secara bebas. Mulai dari masa bayi, usia balita, hingga sekolah dasar, bermain menjadi "aktivitas utama" yang membantu anak memahami dunia sekitarnya.
Melalui interaksi aktif, anak-anak belajar mengolah emosi, membangun konsentrasi, dan memperkuat fondasi psikologis yang relevan hingga dewasa. Bermain juga memberikan dampak positif pada perkembangan motorik kasar dan halus. Aktivitas fisik seperti melompat, berlari, dan memanjat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan otot dan koordinasi tubuh.
Tidak hanya aspek fisik, kemampuan kognitif anak juga dikembangkan melalui kreativitas dan pemikiran kritis saat menghadapi tantangan dalam bermain. Keterampilan sosial seperti kerja sama, kepatuhan pada aturan, dan empati tumbuh secara alami saat berinteraksi dengan teman sebaya di kelompok bermain.
Prof. Dr. H. Mubiar Agustin, M.Pd., akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia, menegaskan pentingnya kebebasan bermain bagi kesehatan anak. Ia berpendapat bahwa anak-anak yang aktif mengeksplorasi lingkungan menunjukkan kesehatan yang baik.
“Anak jika disuruh duduk diam dan memperhatikan saja tidak bagus dan tidak akan fokus. ajak anak keluar, kenalkan anak pada lingkungan sekitarnya, ajak mereka bermain sambil belajar. Sebab anak itu Jiwanya berpetualang, mereka berlari, bernyanyi dan berjelajah.” ungkap Mubiar Agustin, dikutip dari laman UPI.
Mengamati anak saat bermain memberikan wawasan penting mengenai gejala perkembangan yang sering tidak tercatat dalam teori buku. Observasi langsung memungkinkan orang tua dan pendidik menyaksikan bagaimana seorang anak mengembangkan rasa kebersamaan dan memberi dukungan kepada teman sebayanya.
Saat bermain peran, misalnya, anak-anak mendapatkan ruang untuk berimajinasi menjadi karakter tertentu. Aktivitas ini sangat membantu memunculkan ide-ide baru, membangun keterampilan komunikasi, dan memperkuat kemampuan sosial yang lebih kompleks.
Bermain peran juga efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi kecemasan pada anak. Dengan berpura-pura berada dalam situasi tertentu, anak belajar mengelola situasi dan mencari solusi dalam skenario permainan. Proses ini adalah latihan kognitif penting untuk membangun kemandirian sejak dini.