Pemuda yang Hilang 4 Hari di Hutan Binangun Ditemukan dalam Kondisi Linglung

Pemuda yang Hilang 4 Hari di Hutan Binangun Ditemukan dalam Kondisi Linglung
Foto: Ilustrasi Pemuda yang Hilang 4 Hari di Hutan Binangun Ditemukan dalam Kondisi Linglung.
Ukuran teks

Seorang pemuda bernama Sugi Triyono (26) akhirnya ditemukan setelah sempat dinyatakan hilang selama empat hari di kawasan Hutan Binangun, Cilacap, Jawa Tengah. Pemuda asal Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari ini ditemukan tim pencari dalam kondisi selamat namun tampak linglung.

Sugi sebelumnya dilaporkan menghilang sejak Minggu (10/5/2026) saat sedang berada di kawasan hutan tersebut. Setelah pencarian intensif selama beberapa hari, tim gabungan berhasil menemukannya pada Jumat (15/5/2026) pagi.

Kronologi Penemuan Korban

Upaya pencarian yang dilakukan oleh Basarnas Kantor SAR Cilacap bersama tim gabungan menghadapi tantangan medan hutan yang cukup berat. Operasi SAR pada hari keempat dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan mengerahkan berbagai sumber daya.

Tim gabungan menggunakan berbagai metode teknis untuk melacak keberadaan korban di tengah rimbunnya hutan. Selain penyisiran darat, petugas juga mengerahkan teknologi modern dan bantuan hewan pelacak.

Beberapa metode utama yang digunakan dalam operasi pencarian Sugi Triyono di antaranya:

  • Penyisiran jalur darat oleh personel gabungan di area hutan.
  • Pemantauan dari udara menggunakan drone thermal UAV untuk mendeteksi suhu tubuh manusia.
  • Pengerahan anjing pelacak K9 milik Polres Cilacap untuk mengendus jejak korban.

Pemanfaatan teknologi drone thermal sangat membantu dalam memantau area yang sulit dijangkau oleh tim darat secara langsung. Kombinasi metode ini bertujuan untuk memaksimalkan cakupan pencarian di area hutan yang luas.

Ditemukan di Gubuk Orang Tua

Kerja keras tim pencari akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 08.30 WIB. Sugi ditemukan sedang duduk di sebuah gubuk milik orang tuanya yang berlokasi di area hutan tersebut.

Koordinator Basarnas Kantor SAR Cilacap, Trisno, mengungkapkan bahwa lokasi penemuan tersebut sebenarnya sudah sempat disisir berkali-kali oleh petugas. Namun, pada penyisiran sebelumnya, korban tidak pernah terlihat di lokasi itu.

Pihak berwenang belum bisa memberikan rincian kronologi bagaimana Sugi bertahan hidup sendirian di hutan selama empat hari. Hal ini disebabkan kondisi psikis korban yang masih belum stabil saat dimintai keterangan.

Informasi mengenai kondisi terkini korban saat ditemukan adalah sebagai berikut:

Kondisi Korban Tindakan yang Diambil Lokasi Penemuan
Linglung dan belum bisa berkomunikasi Pemberian makan dan minum segera Gubuk orang tua di area hutan
Kesehatan fisik perlu diperiksa lanjut Evakuasi ke rumah sakit terdekat Jarak 2,5 km dari pemukiman

Tabel di atas merangkum tindakan cepat yang dilakukan tim medis dan keluarga sesaat setelah Sugi ditemukan. Penanganan medis menjadi prioritas utama untuk memastikan kondisi fisik pemuda tersebut setelah berhari-hari tanpa suplai logistik yang jelas.

Penyebab Awal Korban Menghilang

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula saat Sugi menemani orang tuanya pergi ke ladang yang berada di kawasan hutan. Tanpa alasan yang jelas, ia tiba-tiba berlari masuk ke dalam hutan dan menghilang dari pandangan orang tuanya.

Jarak antara gubuk lokasi penemuan dengan pemukiman warga tergolong cukup jauh, yakni mencapai sekitar 2,5 kilometer. Kondisi medan yang rimbun membuat pencarian mandiri oleh keluarga sulit membuahkan hasil hingga akhirnya melibatkan tim SAR.

Operasi pencarian ini melibatkan kolaborasi besar dari berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, organisasi masyarakat, hingga komunitas relawan lokal. Trisno menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak dan warga yang bahu-membahu melakukan pencarian.

Setelah Sugi berhasil dievakuasi dan diserahkan kembali kepada pihak keluarga, operasi SAR secara resmi dinyatakan berakhir. Seluruh personel gabungan yang terlibat telah ditarik kembali ke kesatuan masing-masing.

Artikel terkait

Rekomendasi