Setelah melewati berbagai rintangan dalam proses pengembangan internalnya, Subnautica 2 akhirnya resmi merilis versi Early Access pada 14 Mei lalu. Namun, peluncuran ini langsung diwarnai kritik dari komunitas pemain terkait mekanik permainan yang dianggap mengganggu kenyamanan.
Fokus utama keresahan pemain terletak pada kehadiran "ikan abadi" atau fauna yang sama sekali tidak bisa dibunuh. Belum genap satu minggu sejak dirilis, fitur ini memicu perdebatan hangat di kalangan penggemar genre survival tersebut.
Keluhan Pemain Terkait Realisme Permainan
Salah satu pengguna Reddit dengan nama akun DinosAndBearsOhMy menyuarakan pendapatnya mengenai keputusan pengembang menghadirkan makhluk immortal. Ia menilai keberadaan ikan yang tidak bisa mati membuat pengalaman bermain menjadi kurang realistis bagi sebuah game bertahan hidup.
Banyak pemain lain sepakat bahwa konsep tersebut terasa aneh karena membatasi interaksi mereka terhadap ancaman di bawah laut. Pemain merasa frustrasi karena pilihannya hanya terbatas pada melarikan diri atau pasrah dimangsa oleh makhluk tersebut.
Beberapa poin keberatan yang disampaikan oleh komunitas pemain meliputi:
- Hilangnya rasa kendali pemain dalam menghadapi ancaman di ekosistem laut yang berbahaya.
- Mekanik pertahanan diri yang terasa terbatas jika dibandingkan dengan seri game sebelumnya.
- Kurangnya logika dalam genre survival di mana predator puncak tidak bisa diberikan perlawanan fisik sama sekali.
- Sensasi bermain yang berubah menjadi game kejar-kejaran tanpa adanya strategi untuk melawan balik.
Kritik ini menunjukkan bahwa komunitas menginginkan adanya keseimbangan antara tingkat kesulitan dan kemampuan karakter untuk bertahan hidup. Tanpa opsi perlawanan, elemen simulasi dalam permainan ini dianggap berkurang kualitasnya.
Perbandingan dengan Seri Subnautica Sebelumnya
Jika berkaca pada seri pertama dan Below Zero, pemain memiliki akses untuk meningkatkan perlengkapan mereka, seperti pisau Thermoblade. Senjata tersebut memungkinkan pemain untuk melawan ancaman atau sekadar mengolah ikan kecil menjadi makanan dengan satu tebasan cepat.
Keluhan yang muncul sebenarnya bukan berarti para pemain ingin menjadi sosok predator yang mampu menghabisi semua monster dengan mudah. Fokus utama mereka adalah ketersediaan alat atau kemampuan untuk melakukan pembelaan diri saat situasi terdesak.
Tabel perbandingan fitur perlawanan di seri Subnautica:
| Fitur Permainan | Subnautica 1 & Below Zero | Subnautica 2 (Early Access) |
|---|---|---|
| Status Fauna | Hampir semua makhluk bisa dilawan atau dibunuh. | Beberapa jenis ikan besar berstatus abadi (immortal). |
| Sistem Senjata | Tersedia Thermoblade dan alat pertahanan canggih. | Sangat terbatas untuk menghadapi fauna tertentu. |
| Opsi Pertempuran | Pemain bisa melawan balik jika diserang. | Pemain dipaksa menghindar atau melarikan diri. |
Tabel di atas memperlihatkan perubahan drastis dalam pendekatan desain game yang diambil oleh tim pengembang pada sekuel terbaru ini. Perubahan tersebut diduga kuat berkaitan dengan fitur baru yang tidak ada di seri-seri sebelumnya.
Alasan Pengembang dan Kehadiran Fitur Co-op
Pihak pengembang sebenarnya sudah memberikan peringatan sebelum tahap Early Access dimulai bahwa akan ada Leviathan atau ikan raksasa yang tak bisa dibunuh. Keputusan ini kemungkinan besar diambil untuk menjaga keseimbangan tingkat kesulitan, terutama dengan adanya fitur co-op.
Kehadiran fitur bermain bersama teman membuat kelompok pemain berpotensi mengalahkan monster dengan terlalu mudah jika monster tersebut bisa mati. Dengan membuat beberapa fauna menjadi abadi, pengembang berharap suasana mencekam dan rasa takut terhadap kedalaman laut tetap terjaga.