Universitas Airlangga atau Unair kembali membuka kesempatan bagi lulusan SMA sederajat melalui berbagai skema jalur mandiri untuk tahun akademik 2026. Terdapat 44 pilihan program studi sarjana S1 yang tersebar di kampus Surabaya maupun Banyuwangi bagi para calon mahasiswa baru.
Bagi calon pendaftar, memahami tingkat persaingan atau keketatan dari seleksi tahun sebelumnya merupakan langkah krusial dalam menyusun strategi pemilihan jurusan. Sebagai informasi, Unair menghadirkan empat kategori seleksi mandiri yang mencakup jalur Mandiri Prestasi, Mandiri UTBK Plus, Mandiri Ujian Tulis, serta Mandiri Kemitraan.
Proses pendaftaran untuk jalur Mandiri Prestasi sudah mulai melayani peserta sejak tanggal 7 April 2026 yang lalu. Sementara itu, pendaftaran jalur Mandiri UTBK Plus dijadwalkan menyusul pada 11 Mei 2026, dan kategori jalur mandiri lainnya akan dibuka serentak mulai 18 Mei mendatang.
Pihak kampus menyediakan data statistik mengenai tingkat keketatan setiap program studi berdasarkan hasil seleksi mandiri pada periode tahun 2025. Data historis ini diharapkan dapat membantu calon mahasiswa mengukur peluang mereka di tengah antusiasme pendaftar yang sangat tinggi setiap tahunnya.
Indikator keketatan ini disajikan dalam bentuk persentase yang dihitung dari perbandingan jumlah peserta yang lolos dibandingkan dengan total peminat di jurusan tersebut. Perlu diperhatikan bahwa semakin kecil angka persentasenya, maka semakin berat pula tingkat persaingan untuk bisa mengamankan kursi di program studi pilihan.
Daftar Keketatan Program Studi Saintek dan Soshum
Berikut adalah rincian data 10 program studi pada kelompok Saintek yang memiliki tingkat persaingan paling rendah berdasarkan seleksi tahun sebelumnya. Angka-angka ini menunjukkan peluang yang relatif lebih terbuka dibandingkan prodi favorit lainnya di rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi.
| No | Program Studi Saintek | Tingkat Keketatan (%) |
|---|---|---|
| 1 | Kebidanan | 59,76% |
| 2 | Rekayasa Nanoteknologi | 53,01% |
| 3 | Fisika | 52,94% |
| 4 | Akuakultur | 52,34% |
| 5 | Kesehatan Masyarakat (Fikkia Banyuwangi) | 52,34% |
| 6 | Matematika | 45,33% |
| 7 | Keperawatan | 43,86% |
| 8 | Biologi | 40,85% |
| 9 | Kedokteran Hewan (Fikkia Banyuwangi) | 36,36% |
| 10 | Teknologi Sains Data | 31,03% |
Selain rumpun Saintek, terdapat pula data mengenai 10 program studi di bidang Sosial Humaniora (Soshum) yang tercatat memiliki persentase keketatan terendah. Calon mahasiswa dapat mempertimbangkan jurusan-jurusan berikut ini jika ingin meminimalkan risiko dalam persaingan seleksi mandiri Unair.
| No | Program Studi Soshum | Tingkat Keketatan (%) |
|---|---|---|
| 1 | Ilmu Sejarah | 53,19% |
| 2 | Ilmu Informasi Dan Perpustakaan | 51,72% |
| 3 | Bahasa Dan Sastra Jepang | 51,47% |
| 4 | Bahasa Dan Sastra Indonesia | 48,61% |
| 5 | Antropologi | 43,75% |
| 6 | Ekonomi Islam | 40,10% |
| 7 | Bahasa Dan Sastra Inggris | 38,57% |
| 8 | Sosiologi | 34,87% |
| 9 | Ekonomi Pembangunan | 22,20% |
| 10 | Ilmu Politik | 21,60% |
Penjelasan Jalur Seleksi Mandiri Unair 2026
Jalur Mandiri Prestasi di Unair merupakan mekanisme seleksi yang menitikberatkan pada penelusuran rekam jejak akademik melalui nilai rapor siswa. Selain nilai rapor, pihak universitas juga mempertimbangkan berbagai prestasi di bidang akademik maupun non-akademik yang telah diraih peserta.
Syarat khusus bagi peminat jalur ini adalah harus berstatus sebagai siswa kelas 12 atau lulusan 2026 yang dinyatakan eligible mengikuti SNBP. Calon peserta juga wajib memiliki kartu peserta SNBP 2026 dengan pilihan Unair namun belum berhasil lolos pada seleksi nasional tersebut.
Agenda untuk Seleksi Mandiri Prestasi dimulai dengan masa pendaftaran pada tanggal 7 April hingga 28 Mei 2026. Hasil akhir dari seleksi jalur prestasi ini rencananya akan diumumkan secara resmi pada tanggal 3 Juni 2026 mendatang.
Selanjutnya, Seleksi Mandiri UTBK Plus merupakan jalur masuk yang mengombinasikan skor hasil UTBK-SNBT 2026 dengan tes kemampuan mata pelajaran tertentu. Ujian mata pelajaran tersebut dilakukan secara langsung melalui sistem Computer Based Test (CBT) yang bertempat di lokasi kampus Unair Surabaya.
Peserta yang ingin mendaftar melalui skema UTBK Plus disyaratkan tidak lulus dalam seleksi SNBP 2026 serta memiliki nilai UTBK-SNBT tahun berjalan. Periode pendaftaran jalur ini dibuka dari 11 Mei sampai 8 Juni 2026, dengan jadwal ujian tulis pada 13-14 Juni 2026.
Bagi mereka yang memilih jalur Mandiri Ujian Tulis, seluruh proses penilaian didasarkan pada hasil tes mandiri yang sepenuhnya dikelola oleh pihak Unair. Materi ujian yang harus dihadapi oleh peserta mencakup Tes Potensi Akademik (TPA) serta ujian mata pelajaran yang relevan dengan prodi yang dituju.
Pendaftaran jalur ujian tulis mandiri dijadwalkan berlangsung antara 18 Mei hingga 21 Juni 2026 dengan syarat utama tidak lolos jalur SNBP. Tes tulis akan dilaksanakan pada tanggal 27-28 Juni 2026, sementara hasil kelulusan akan diumumkan pada tanggal 2 Juli 2026.
Terakhir, jalur Mandiri Kemitraan menggunakan mekanisme ujian tulis berbasis komputer yang serupa dengan jalur ujian tulis mandiri di kampus Surabaya. Komposisi materi tesnya tetap terdiri dari TPA dan tes mata pelajaran sesuai bidang studi yang dipilih oleh masing-masing peserta.
Pembeda utama jalur kemitraan ini adalah kewajiban bagi peserta untuk melampirkan surat rekomendasi dari mitra resmi seperti instansi pemerintah atau perusahaan. Jadwal pendaftaran dan pelaksanaan ujian untuk jalur kemitraan ini mengikuti linimasa yang sama dengan jalur Mandiri Ujian Tulis.