Pihak Paramount Skydance memberikan pembelaan terkait rencana merger besar senilai US$111 miliar dengan Warner Bros. Discovery (WBD). Mereka menegaskan bahwa penggabungan ini, termasuk layanan HBO Max, tidak akan menciptakan monopoli di pasar hiburan.
Makan Delrahim selaku Kepala Bagian Hukum Paramount menyampaikan pandangannya melalui surat resmi kepada Jaksa Agung California, Rob Bonta. Ia berpendapat bahwa kolaborasi dua raksasa ini justru akan menyuntikkan energi kompetitif baru ke dalam ekosistem hiburan global.
Langkah lobi ini dilakukan setelah sejumlah jaksa agung mulai meninjau kesepakatan tersebut dari perspektif regulasi antimonopoli. Paramount berusaha meyakinkan otoritas bahwa penggabungan ini adalah solusi untuk menghadapi dominasi platform streaming lainnya.
Delrahim meyakini bahwa kolaborasi Paramount dan WBD akan membawa dampak positif yang signifikan bagi industri bioskop serta para penonton. Salah satu komitmen yang ditonjolkan adalah janji untuk merilis setidaknya 30 film baru setiap tahunnya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa Paramount+ maupun HBO Max saat ini belum memiliki skala yang cukup besar untuk bersaing secara mandiri. Tanpa adanya transformasi besar melalui merger, kedua platform ini dianggap akan sulit mengejar ketertinggalan dari para pemimpin pasar.
Berikut adalah perbandingan pangsa pasar penonton video berlangganan (SVOD) di Amerika Serikat berdasarkan data Nielsen Desember 2025:
- Netflix memimpin pasar dengan dominasi mencapai 32,5 persen dari total pemirsa.
- Disney menyusul di posisi kedua dengan raihan pangsa pasar sebesar 16,7 persen.
- Amazon Prime Video mengamankan posisi ketiga dengan angka 15,3 persen.
- Paramount hanya memiliki pangsa pasar sekitar 5,8 persen.
- Warner Bros. Discovery melalui HBO Max mencatatkan angka 5 persen.
Data di atas memperlihatkan kesenjangan yang cukup lebar antara raksasa seperti Netflix dengan Paramount maupun WBD. Jika digabungkan, kekuatan kedua perusahaan ini pun masih jauh di bawah dominasi tiga besar platform streaming saat ini.
Mengenai kekhawatiran monopoli di bioskop, Delrahim menegaskan bahwa hubungan mereka dengan operator layar lebar tidak akan berubah drastis. Gabungan kedua studio ini diperkirakan hanya akan menguasai sekitar 25 persen dari total pendapatan box office domestik.
Pasar distribusi film masih dianggap sangat kompetitif dengan kehadiran setidaknya enam distributor besar lainnya. Disney, Universal, Sony, Amazon MGM Studios, hingga Lionsgate tetap menjadi pesaing tangguh yang memperebutkan slot tayang di bioskop.
Paramount merasa tetap harus berjuang keras demi mendapatkan saluran distribusi bagi karya-karya film mereka. Hal ini dikarenakan pengelola bioskop memiliki banyak alternatif konten lain untuk mengisi jadwal tayang di layar mereka.
Berikut adalah potensi kekuatan jangkauan pasar dan jumlah pelanggan jika kedua perusahaan resmi bersatu:
| Kategori Kekuatan | Estimasi Data Gabungan |
|---|---|
| Cakupan Wilayah | Lebih dari 200 negara di seluruh dunia |
| Total Pelanggan Streaming | Sekitar 163,8 juta pelanggan |
| Target Rilisan Film | Minimal 30 judul film per tahun |
Tabel tersebut merangkum proyeksi jangkauan global yang akan dimiliki oleh entitas gabungan Paramount-WBD di masa depan. Angka 163,8 juta pelanggan berasal dari akumulasi 128 juta pelanggan HBO Max dan 35,8 juta dari Paramount+.
Meski angka tersebut terlihat besar, jumlah tersebut masih berada di bawah pencapaian Netflix yang sudah menembus 325 juta pelanggan. Sementara itu, Disney+ tetap unggul tipis dengan total raihan 131,6 juta pelanggan secara global.
Rencana penggabungan layanan Paramount+ dan HBO Max sendiri ditargetkan akan mulai dilaksanakan pada Maret 2026 mendatang. CEO Paramount, David Ellison, menyatakan bahwa proses ini akan dilakukan secara hati-hati setelah proses merger tuntas.
Meskipun nantinya akan berada dalam satu payung layanan streaming, Ellison menginginkan merek HBO tetap beroperasi secara mandiri. Strategi ini diambil untuk menjaga identitas kuat yang sudah melekat pada merek HBO selama bertahun-tahun.
Paramount berniat memberikan kebebasan bagi HBO, yang saat ini dipimpin oleh Casey Bloys, dalam hal pengembangan konten. Tujuannya agar proses kreatif dan pemrograman tetap berjalan optimal tanpa intervensi ketat dari jajaran eksekutif Paramount.
Hingga saat ini, format pasti dari aplikasi gabungan baru tersebut masih belum diungkapkan secara detail kepada publik. Namun, komitmen untuk mempertahankan keunikan konten HBO menjadi poin utama dalam transisi besar di industri media ini.