Paper Rex (PRX) kembali mengukuhkan dominasinya sebagai penguasa kompetisi Valorant di wilayah Asia Pasifik. Tim ini sukses meraih gelar juara VCT Pacific Stage 1 2026 setelah tampil memukau pada partai puncak.
Dalam pertandingan grand final yang berlangsung sengit, Paper Rex berhasil mengalahkan FULL SENSE dengan skor telak 3-0 tanpa balas. Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi organisasi tersebut di kancah profesional.
Kemenangan ini menandai tahun keempat secara berturut-turut bagi Paper Rex dalam mengangkat trofi bergengsi di level regional VCT Pacific. Prestasi yang konsisten ini semakin memperkuat posisi mereka sebagai tim yang sulit digoyahkan.
Selain membawa pulang gelar juara, hasil positif ini memastikan langkah mereka ke ajang Masters London. Paper Rex akan berangkat dengan status sebagai unggulan pertama yang mewakili wilayah Pacific.
Jalannya Pertandingan Grand Final yang Menegangkan
Pertarungan partai final ini menggunakan format best-of-five (Bo5) untuk menentukan tim terbaik. Adapun peta atau map yang dimainkan dalam laga tersebut meliputi Pearl, Lotus, dan ditutup di Fracture.
FULL SENSE sebenarnya memiliki keuntungan strategis berupa dua ban map karena lolos melalui jalur upper bracket. Namun, hal tersebut ternyata belum cukup untuk meredam performa stabil yang ditunjukkan oleh para pemain Paper Rex.
Di map pertama yaitu Pearl, kedua tim menurunkan komposisi pemain yang hampir serupa dengan mengandalkan Jett dan Phoenix sebagai Duelist. Perbedaan mulai terlihat pada pemilihan agen Sentinel yang digunakan masing-masing tim.
Paper Rex lebih memilih untuk mengandalkan Killjoy guna mengamankan area pertandingan. Di sisi lain, FULL SENSE mencoba strategi berbeda dengan menggunakan agen Vyse untuk menghalau serangan lawan.
FULL SENSE sempat memimpin jalannya laga pada babak pertama dengan perolehan skor sementara 7-5. Mereka bahkan sempat memperlebar jarak menjadi 9-5 setelah berhasil memenangkan ronde pistol di babak kedua.
Namun, Paper Rex tidak tinggal diam dan segera mengambil alih kendali permainan melalui gaya bermain yang sangat agresif. Kedisiplinan saat melakukan serangan membuat mereka berhasil membalikkan keadaan dengan cepat.
Momentum tersebut dimanfaatkan PRX dengan menyapu bersih tujuh ronde secara beruntun tanpa ampun. Map pertama pun berakhir dengan kemenangan 13-10 untuk keunggulan Paper Rex atas FULL SENSE.
Pemain yang menunjukkan performa paling menonjol pada babak pembuka ini adalah :
- Jason “f0rsaken” Susanto: Menjadi motor serangan yang sangat disiplin sepanjang pertandingan.
- Something: Tampil sangat tajam dengan akurasi tembakan yang sulit diantisipasi lawan sejak awal.
Penampilan gemilang dari kedua pemain pilar tersebut menjadi faktor penentu kemenangan PRX di map pembuka. Hal ini memberikan tekanan psikologis yang cukup besar bagi kubu lawan di map selanjutnya.
Dominasi Paper Rex di Map Lotus
Memasuki map kedua di Lotus, dominasi Paper Rex justru terlihat semakin nyata dan sulit dihentikan. Map ini memang sudah lama dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dan wilayah favorit bagi tim PRX.
Mereka menggunakan komposisi agen yang terdiri dari Vyse, Fade, dan Omen yang kini menjadi ciri khas permainan mereka. Strategi ini terbukti sangat solid, baik saat mereka berada dalam posisi bertahan maupun menyerang.
Pada paruh pertama pertandingan, Paper Rex berhasil mengamankan enam ronde penting untuk menjaga keunggulan. Keadaan semakin memihak mereka saat berpindah peran menjadi tim penyerang (attacker side).
Meskipun FULL SENSE sempat mencuri kemenangan di ronde pistol, Paper Rex meresponsnya dengan serangan balasan yang cepat. Mereka berhasil memenangkan enam ronde berturut-turut untuk mengunci kemenangan di map ini.
Pertarungan di Lotus akhirnya ditutup dengan skor 13-9 untuk keunggulan tim asal Singapura tersebut. Dengan hasil ini, Paper Rex hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menyegel gelar juara musim ini.
Penentuan Juara di Map Fracture
Map Fracture menjadi panggung terakhir bagi Paper Rex untuk menunjukkan taringnya di hadapan para penggemar. Di map ini, f0rsaken kembali mempercayakan agen Neon sebagai ujung tombak serangan tim.
Kecepatan dan mobilitas tinggi dari Neon yang dimainkan f0rsaken menjadi ancaman serius bagi pertahanan FULL SENSE. Paper Rex juga memperlihatkan fleksibilitas tinggi saat melakukan strategi retake yang sangat rapi.
Walaupun map Fracture biasanya lebih menguntungkan pihak penyerang, PRX tetap mampu mengimbangi permainan lawan saat bertahan. Skor imbang 6-6 pun tercipta saat pertandingan memasuki masa jeda atau halftime.
Ketajaman Paper Rex semakin menjadi-jadi ketika mereka berganti posisi menjadi tim penyerang pada babak kedua. Gaya permainan cepat yang menjadi identitas mereka langsung membuat pertahanan lawan kocar-kacir.
Koordinasi yang tajam dan rotasi pemain yang sangat efektif membuat FULL SENSE kesulitan membaca pergerakan lawan. Paper Rex akhirnya menutup perlawanan di Fracture dengan skor akhir 13-10.
Berikut adalah ringkasan skor akhir dari ketiga map yang dimainkan di Grand Final :
| Map Pertandingan | Skor Paper Rex | Skor FULL SENSE | Pemenang Map |
|---|---|---|---|
| Pearl | 13 | 10 | Paper Rex |
| Lotus | 13 | 9 | Paper Rex |
| Fracture | 13 | 10 | Paper Rex |
Tabel di atas menunjukkan konsistensi Paper Rex yang mampu memenangkan setiap map meskipun mendapatkan perlawanan sengit. Kemenangan mutlak 3-0 ini memastikan gelar juara VCT Pacific Stage 1 2026 jatuh ke tangan mereka.
Statistik Individu dan Tiket Menuju Masters London
Keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi luar biasa Jason “f0rsaken” Susanto yang menjadi bintang utama dalam seri ini. Secara total, ia berhasil membukukan 63 kills sepanjang pertandingan berlangsung.
Pemain lain yang juga tampil impresif adalah something dengan koleksi 57 kills serta d4v41 yang menyumbangkan 51 kills. Kerja sama tim yang solid ini membuat Paper Rex benar-benar mendominasi jalannya kompetisi.
Berkat kemenangan gemilang ini, Paper Rex secara resmi akan menjadi wakil utama dari wilayah Pacific untuk Masters London. Turnamen internasional tersebut dijadwalkan akan digelar pada bulan depan dengan persaingan yang lebih ketat.
Selain tiket Masters London, mereka juga berhasil mengamankan tempat di ajang bergengsi Esports World Cup. Tambahan 10 Championship Points juga menjadi modal berharga bagi mereka untuk mengamankan posisi di akhir musim.
Di sisi lain, FULL SENSE tetap membawa pulang tujuh Championship Points meskipun harus puas di posisi runner-up. Mereka akan memulai perjuangan di Masters London melalui babak Swiss Stage untuk memperebutkan gelar juara dunia.
Keberhasilan PRX mengangkat trofi regional sekali lagi mempertegas status mereka sebagai salah satu kekuatan Valorant terbaik dunia. Kini fokus para penggemar tertuju pada sejauh mana mereka bisa melangkah di panggung internasional mendatang.