Kabar kurang menyenangkan datang bagi para antusias rakit PC yang menantikan kehadiran kartu grafis terbaru dari kubu hijau. Meski rumor penghentian seri RTX 5070 Ti sempat dibantah, indikasi kenaikan harga justru semakin nyata akibat kebijakan terbaru NVIDIA.
Perusahaan teknologi raksasa ini dilaporkan mulai mengambil langkah strategis yang berpotensi melambungkan harga GPU di tingkat retail. Fokus produksi kini dikabarkan bergeser, sementara perlindungan harga bagi konsumen mulai ditiadakan.
Strategi Baru NVIDIA dan Dampaknya pada Harga Retail
Overclocker ternama asal Jerman sekaligus YouTuber populer, Der8auer, mengungkapkan informasi krusial mengenai kebijakan internal NVIDIA. Ia menyebutkan bahwa program harga pembukaan untuk kartu grafis kepada mitra AIB kini telah dihapus.
Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) kemungkinan besar tidak akan lagi mengikat untuk lini produk RTX mendatang. Tanpa adanya kebijakan harga tersebut, konsumen harus bersiap menghadapi lonjakan harga yang signifikan saat seri RTX 50 resmi dipasarkan.
Beberapa faktor utama yang diprediksi akan memicu kenaikan harga kartu grafis seri terbaru:
- Penghapusan program harga pembukaan yang sebelumnya menjaga stabilitas nilai jual awal kepada mitra produsen.
- Perubahan prioritas produksi yang lebih mengutamakan model kartu grafis dengan margin keuntungan lebih tinggi bagi perusahaan.
- Potensi kelangkaan stok untuk model tertentu akibat penundaan jalur produksi selama beberapa bulan ke depan.
- Permintaan pasar yang tetap tinggi sementara kontrol harga dari pihak NVIDIA semakin melonggar di tingkat retail.
Kondisi ini diperkirakan akan membuat harga di pasar melambung hingga 1,5 atau bahkan 2 kali lipat dari harga dasar yang seharusnya. Hal ini tentu menjadi tantangan berat bagi para gamer yang ingin melakukan pembaruan perangkat dalam waktu dekat.
Prioritas Produksi RTX 5080 dan Penundaan Seri Lainnya
NVIDIA kabarnya tengah memprioritaskan produksi RTX 5080 dibandingkan RTX 5070 Ti guna memaksimalkan keuntungan perusahaan. Kedua kartu grafis ini memiliki kesamaan pada kapasitas VRAM sebesar 16GB, namun RTX 5080 menawarkan profit yang jauh lebih besar.
Langkah ini berdampak langsung pada pengurangan volume produksi untuk seri RTX 5070 Ti yang lebih terjangkau. Tidak hanya itu, laporan dari pembocor industri Moore’s Law is Dead menyebutkan adanya penundaan produksi massal untuk beberapa varian sekaligus.
Daftar seri kartu grafis yang dikabarkan akan mengalami penundaan jadwal produksi selama enam bulan:
- NVIDIA GeForce RTX 5090
- NVIDIA GeForce RTX 5070 Ti
- NVIDIA GeForce RTX 5060 16GB
- NVIDIA GeForce RTX 5060 (Varian Standar)
Penundaan ini mengonfirmasi bahwa pasokan kartu grafis kelas menengah dan kelas atas akan sangat terbatas di awal peluncurannya. Fokus perusahaan tampaknya benar-benar tertuju pada produk yang mampu mendatangkan keuntungan finansial secara instan.
Tren VRAM Besar Juga Diadopsi oleh AMD
Langkah serupa ternyata tidak hanya dilakukan oleh NVIDIA, sebab AMD pun terlihat mulai mengubah strategi pasar mereka. Kubu merah kini lebih fokus memproduksi GPU dengan kapasitas VRAM minimal 16 GB, seperti seri RX 9060 XT dan RX 9070 XT.
Varian kartu grafis dengan VRAM 8 GB sepertinya sudah mulai ditinggalkan dan tidak lagi menjadi prioritas utama. Pergeseran tren ini menunjukkan bahwa standar minimum untuk kartu grafis modern kini telah meningkat drastis ke arah kapasitas memori yang lebih besar.
Ringkasan perbandingan fokus produk antara NVIDIA dan AMD berdasarkan bocoran terbaru:
| Aspek Perbandingan | Strategi NVIDIA | Strategi AMD |
|---|---|---|
| Produk Prioritas | RTX 5080 (VRAM 16GB) | RX 9060 XT & RX 9070 XT |
| Nasib Seri Menengah | RTX 5070 Ti dikurangi produksinya | Varian 8 GB tidak lagi diprioritaskan |
| Status Harga | Potensi lonjakan 1,5x - 2x dari HET | Fokus pada efisiensi nilai VRAM besar |
| Kendala Produksi | Penundaan produksi hingga 6 bulan | Peralihan fokus ke segmen performa tinggi |
Data di atas menunjukkan bahwa pasar kartu grafis di masa depan akan didominasi oleh perangkat dengan spesifikasi tinggi dan harga yang cukup premium. Konsumen disarankan untuk memantau perkembangan stok dan harga secara berkala sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian.