Nvidia kembali menemui jalan terjal dalam upayanya mempertahankan eksistensi di pasar China. Kabar terbaru menyebutkan bahwa pemerintah China dilaporkan memblokir peredaran kartu grafis (GPU) Nvidia RTX 5090D V2 di wilayah mereka.
Padahal, GPU seri RTX 5090D V2 ini dirancang secara khusus oleh Nvidia demi memenuhi regulasi ekspor Amerika Serikat. Produk ini sengaja disesuaikan spesifikasinya agar tidak melanggar aturan pembatasan chip kecerdasan buatan (AI) yang diberlakukan AS terhadap China.
Blokir di Tengah Kunjungan Kenegaraan
Berdasarkan laporan Financial Times, chip khusus ini telah masuk dalam daftar barang yang dilarang di berbagai pos pemeriksaan bea cukai China sejak pertengahan Mei 2026. Langkah tegas ini diambil pemerintah setempat tanpa alasan yang dirinci secara publik.
Menariknya, kebijakan pemblokiran ini muncul tepat saat CEO Nvidia, Jensen Huang, tengah berada di Beijing. Saat itu, ia mendampingi Presiden AS Donald Trump dalam agenda kunjungan kenegaraan resmi ke China.
Tekanan Ganda bagi Nvidia
Situasi ini membuat posisi Nvidia kian terjepit di tengah persaingan teknologi antara kedua negara raksasa. Di satu sisi, Nvidia harus tunduk pada pembatasan ketat dari pemerintah AS agar teknologi canggih mereka tidak jatuh ke tangan China.
Di sisi lain, China mulai melakukan tekanan balik dengan membatasi produk Nvidia, termasuk versi khusus yang sudah diturunkan performanya. Hingga saat ini, baik pihak bea cukai China maupun Nvidia belum memberikan pernyataan resmi mengenai aksi pemblokiran tersebut.
Upaya Mandiri Industri Chip China
Langkah China memblokir produk Nvidia dinilai sebagai strategi besar untuk memutus ketergantungan pada teknologi Amerika Serikat. Pemerintah China kini lebih fokus memperkuat ekosistem chip dalam negeri untuk mendukung kemandirian teknologi mereka.
Beberapa perusahaan lokal yang kini menjadi tumpuan China dalam industri chip AI:
- Huawei, yang kini diprediksi menjadi pemimpin pasar chip AI domestik paling dominan.
- Cambricon, perusahaan yang terus dikembangkan untuk memproduksi infrastruktur komputasi lokal.
- Berbagai produsen semikonduktor dalam negeri yang mulai mendapatkan pesanan dari raksasa teknologi seperti Alibaba dan Tencent.
Penjualan produk dari produsen lokal dilaporkan melonjak drastis seiring banyaknya perusahaan China yang mulai meninggalkan Nvidia. Mereka lebih memilih produk domestik guna menghindari risiko ketidakpastian regulasi di masa depan.
Proyeksi Pasar di Masa Depan
Dominasi perusahaan lokal di pasar China diperkirakan akan terus menguat dalam beberapa tahun ke depan. Berikut adalah ringkasan proyeksi pasar chip kecerdasan buatan di China menurut data dari Morgan Stanley.
Ringkasan estimasi pasar chip AI China:
| Kategori Proyeksi | Keterangan Data |
|---|---|
| Target Tahun | 2030 |
| Estimasi Nilai Pasar | 67 Miliar Dollar AS |
| Pangsa Pasar Perusahaan Domestik | 86 Persen |
| Pemain Utama Lokal | Huawei & Cambricon |
Data tersebut menggambarkan bahwa pasar chip AI di China nantinya akan hampir sepenuhnya dikuasai oleh pemain domestik. Hal ini mengindikasikan bahwa ruang gerak Nvidia di pasar tersebut akan semakin sempit dan penuh tantangan berat.
Sebelum RTX 5090D V2, chip seri H200 dan H20 milik Nvidia juga telah mendapatkan perlakukan serupa dari otoritas China. Padahal seri H20 sengaja diciptakan agar raksasa teknologi seperti Tencent tetap bisa membeli produk Nvidia secara legal.
Jika tren pengetatan ini berlanjut, posisi Nvidia sebagai pemimpin pasar GPU di Negeri Tirai Bambu terancam hilang sepenuhnya. Kondisi ini mempercepat transformasi industri teknologi China menuju kemandirian penuh tanpa campur tangan perangkat keras asal Amerika Serikat.