Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa ke Israel, Mengejutkan dan Viral 2026

Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa ke Israel, Mengejutkan dan Viral 2026
Foto: Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa ke Israel, Mengejutkan dan Viral 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini memberikan pernyataan mengejutkan mengenai kedekatan negaranya dengan India. Ia menyebut bahwa negara di Asia Selatan tersebut memiliki rasa cinta yang sangat besar terhadap Israel.

Pernyataan ini disampaikan Netanyahu dalam sebuah pidato di Konferensi Lembah Yordania yang berlangsung pada hari Kamis lalu. Ia menegaskan bahwa hubungan yang terjalin antara kedua negara tersebut sangat unik dan istimewa.

Menurut Netanyahu, New Delhi merupakan salah satu pendukung paling setia bagi negaranya di panggung internasional saat ini. Ia merasa India berdiri di sisi yang berbeda dibandingkan banyak negara lain yang justru mengkritik Israel.

Pemimpin Israel tersebut mengakui bahwa negaranya tengah menghadapi tantangan berat berupa upaya delegitimasi dari berbagai belahan dunia. Namun, ia menekankan bahwa fenomena tersebut sama sekali tidak terjadi di India.

Hubungan Diplomatik dan Sejarah Panjang

Netanyahu memberikan pujian tinggi kepada India dengan menyebutnya sebagai kekuatan besar di dunia. Hal ini sejalan dengan meningkatnya intensitas kerja sama antara kedua pihak dalam beberapa tahun terakhir.

Israel saat ini memang tengah berada di bawah sorotan tajam dan kecaman internasional akibat operasi militer mereka di Jalur Gaza. Banyak pihak yang menilai tindakan rezim Zionis tersebut telah mengarah pada aksi genosida terhadap warga Palestina.

Meskipun baru meresmikan hubungan diplomatik pada tahun 1992, India sebenarnya sudah mengakui kedaulatan Israel sejak tahun 1950. Pengakuan tersebut diberikan hanya berselang dua tahun setelah proklamasi berdirinya negara Yahudi itu.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, juga sering menekankan bahwa kedekatan antara kedua bangsa ini telah berakar sejak ribuan tahun silam. Ia merujuk pada catatan sejarah mengenai para pedagang Yahudi kuno.

Berikut adalah jejak sejarah hubungan antara India dan Israel:

  • India resmi memberikan pengakuan negara kepada Israel pada tahun 1950 silam.
  • Hubungan diplomatik tingkat penuh baru secara resmi dibuka pada tahun 1992.
  • Terdapat jejak sejarah pedagang Yahudi yang melintasi jalur laut dari Mediterania menuju Samudra Hindia.
  • Kedua negara terus memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk keamanan.

Modi menjelaskan bahwa interaksi budaya dan ekonomi melalui jalur laut telah membangun pondasi persahabatan yang kuat. Hal inilah yang mendasari kemitraan modern yang terlihat saat ini.

Kerja Sama Ekonomi dan Pertahanan

India kini tercatat sebagai mitra dagang terbesar kedua bagi Israel di wilayah Asia. Pertumbuhan ekonomi di antara kedua negara ini menunjukkan tren yang sangat positif setiap tahunnya.

Data dari Kedutaan Besar India di Israel mencatat bahwa nilai perdagangan bilateral mencapai angka yang sangat signifikan. Pada periode 2022 hingga 2023, nilainya menembus USD10,77 miliar.

Berikut adalah rincian data dan perkembangan kerja sama ekonomi kedua negara:

Kategori Kerja Sama Detail Informasi
Nilai Perdagangan 2022-2023 USD10,77 Miliar (tidak termasuk pertahanan)
Status Kemitraan Asia Mitra dagang terbesar kedua bagi Israel
Rencana Mendatang Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) yang ambisius
Sektor Utama Lainnya Kontrak pertahanan dan teknologi keamanan

Angka perdagangan tersebut belum termasuk nilai dari kontrak-kontrak di sektor pertahanan yang dirahasiakan. Hal ini menunjukkan betapa dalamnya ketergantungan ekonomi dan militer di antara keduanya.

Dalam kunjungannya ke Israel beberapa waktu lalu, Narendra Modi kembali menegaskan pentingnya kemitraan pertahanan yang kokoh. Ia melihat Israel sebagai penyedia teknologi keamanan yang sangat krusial bagi India.

Selain masalah militer, kedua pemerintahan saat ini sedang dalam proses penyusunan Perjanjian Perdagangan Bebas. Langkah ini diharapkan dapat semakin meningkatkan volume perdagangan lintas negara di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi